AmalanWawasan Islam

Awas Hedonisme di Sekitar Kita! Ini Amalannya

HIDAYATUNA.COM – Bahaya hedonisme ada di sekitar kita. Untuk menghindarinya, ini amalan yang bisa Anda terapkan.

Perilaku hedonis sering kali membuat sekitar kita salah persepsi.

Mulai dari mengira bahwa kebahagiaan dapat diciptakan dengan menghambur-hamburkan uang.

Hingga memenuhi tren yang tidak penting. Sifat hedonis ini perlu kita waspadai. Berikut amalan yang bisa kita lakukan untuk menjauhinya.

Qanaah

Dalam Islam, manusia dianjurkan merasa cukup dan ikhlas menerima apa yang di dapat. Hal ini dapat menjaga hati dari rasa tidak puas.

Dilansir dari Republika, Rasulullah menikahkan putrinya dengan sederhana. Rasulullah Saw mampu menggelar pesta yang mewah.

Sebagai manusia agung, beliau tidak ingin bermewah-mewah. Hal itu tidak bermakna baginya.

Rasulullah ingin menunjukkan kesederhanaan dari berpuas hati adalah kekayaan yang hakiki.

Bersyukur

Merasa cukup dapat meningkatkan rasa syukur. Bersyukur atas apa pun yang didapatkan selama ini.

Bersyukur dalam setiap keadaan akan meningkatkan kualitas hidup.

Bahagia bukan datang dari menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak penting.

Namun dengan bersyukur, bahagia tidak perlu dijemput karena dia yang menghampiri.

Bersyukur dalam keseharian bukan hanya dalam lisan, tetapi juga dari sikap.

Tidak mengeluh dan rajin beribadah merupakan dua hal ciri bersyukur.

Orang-orang yang bersyukur senantiasa tenang. Tidak mudah tergiur dengan kemewahan yang menggoda. Apalagi di luar kepentingan dirinya.

Memilih Lingkungan dan Teman

Apabila berteman dengan penjual minyak wangi, Anda akan tertular bau wangi.

Begitu pun dalam memilih lingkungan pertemanan yang sehat bagi finansial Anda.

Jika berada di suatu tempat membuat Anda merasa tidak puas atas apa yang didapat.

Maka memilik lingkungan yang lebih baik adalah pilihan tepat.

Disadari atau tidak, mau tidak mau, lingkungan memang cukup membawa pengaruh.

Baca Juga :  Doa Terhindar dari Bahaya dan Musibah

Terutama lingkungan yang memiliki gaya hidup hedon atau suka berhura-hura.

Kalau berteman dengan orang yang berkemampuan finansial tinggi membuat hidup jadi boros, mulailah mempertimbangkannya.

Pertemanan sendiri semestinya membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik.

Teman-teman yang baik tentu akan memengaruhi hidup jadi lebih positif.

Bukan hal yang buruk jika mulai sekarang Anda menyeleksi teman dan berhati-hati.

Jangan sampai pergaulan memberi efek buruk pada kehidupan finansial.

Tentukan Prioritas

Orang-orang yang boros atau memiliki sifat hedonis, cenderung tidak memiliki prioritas. Dalam benaknya dipenuhi keinginan-keinginan semu.

Untuk menghindari sifat hedonis, Anda perlu menentukan skala prioritas. Apa yang sebenarnya ingin kita capai dalam hidup yang singkat ini?

Mulai memikirkan tabungan dan investasi adalah jalan yang mungkin bisa Anda pilih. Sesuaikan barang yang Anda inginkan dengan kebutuhan.

Mengamalkan Wirid Nabi Sulaiman

Setelah semua aspek kita penuhi, lebih baik lagi jika Anda mengimbanginya dengan berdoa.

Sebagaimana Nabi Sulaiman selalu memanjatkan doa agar dilimpahkan rezeki halal dan barokah.

Namun sebelum mengamalkannya, sucikan lebih dulu diri secara lahir dan batin. Setelah itu ambillah wudhlu dan meluruskan niat.

Doa dan zikir yang Nabi Sulaiman agar dilimpahi rezeki cukup ini dapat menyadarkan bahwa hanya DIA pemberi rezeki yang luas.

Dengan kesadaran tersebut akan mengikis rasa sombong dan tidak puas dalam diri. Begini doanya.

وَاَنَّهٗ هُوَ اَغْنٰى وَاَقْنٰى ۙ ﴿النجم

“Dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan”. (QS. An-Najm: 48)

Amalan untuk menjauhi sifat hedonism tersebut dilakukan setiap hari disertai dengan ibadah yang tekun.

Awas terhadap sifat hedonisme dengan mengamalkan hal-hal baik dan berdoa bisa menjauhkan dari bisikan setan, sebagaimana halnya boros.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close