Mohammad Azharudin

Perebutan Panggung Tafsir Keagamaan di Media Sosial

HIDAYATUNA.COM – Sebelum memasuki era media sosial, dahulu orang-orang (desa) belajar agama pada para kiai yang ada di sekitar mereka. Kala itu dakwah Islam dilakukan di masjid atau surau kecil dengan jumlah audien yang terbilang tak cukup banyak. Biasanya para audien tersebut terdiri dari orang-orang yang telah berumah tangga serta anak-anak. Dua golongan ini tentu […]Read More

Hadis Palsu, Hoaks, dan Momen Diperbolehkannya Berbohong

HIDAYATUNA.COM – Pada era sahabat, Alquran berhasil dikodifikasi namun lain halnya dengan hadis. Kala itu hadis tidak ditulis oleh para sahabat karena memang merupakan perintah langsung dari Nabi Muhammad Saw. Apabila hadis ditulis, ditakutkan ia akan bercampur dengan Alquran. Kendati demikian, ternyata ada beberapa sahabat yang menulis hadis. Salah satu dari mereka yang paling masyhur […]Read More

Konstruksi Sosial Keberagamaan Kita yang Unik

HIDAYATUNA.COM – Kendati kita memiliki agama yang sama (Islam), tapi ekspresi keberagamaan kita sangat beragam. Ini disebabkan karena wajah beragama ditentukan oleh bagaimana ia berdialektika dengan realitas sosial kita masing-masing. Sebagai misal, mahar pernikahan di suatu wilayah bisa hanya berupa seperangkat alat salat, tapi di wilayah lain mahar pernikahan bisa sangat mahal nominalnya. Hal tersebut […]Read More

Mengamalkan ‘Saling Mempersembahkan’ dan Tawadhu’

HIDAYATUNA.COM – Konsep ‘saling mempersembahkan’ bisa diartikan sebagai aktivitas melakukan sesuatu dengan tujuan untuk mewujudkan kemaslahatan bersama, bukan hanya demi ego sendiri. Sebab, Islam hadir membawa misi rahmatan li al-‘alamin. Hal ini membuat Islam tak selamanya soal aspek ritual, melainkan juga aspek sosial. Dalam rukun Islam, aspek sosial bisa kita lihat dari praktik zakat. Secara […]Read More

Berdakwah dengan Baik Terhadap Mualaf dan Murtadin

HIDAYATUNA.COM – Dalam salah satu hadis riwayat Imam al-Bukhari tercatat bahwa Nabi Muhammad saw memberi perintah berdakwah. Penggalan terjemah hadis tersebut kira-kira seperti ini, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat!”. Dalam sudut pandang yang sempit, hadis ini mungkin bisa diimplementasikan dengan kegiatan saling menasihati/mengingatkan antar-sesama umat Islam. Namun, dalam perspektif yang lebih luas, sasaran (pihak […]Read More

Mulla Shadra: Eksistensialis Muslim Penggagas Aliran Filsafat al-Hikmah al-Muta’aliyah

HIDAYATUNA.COM – Mulla Shadra memiliki nama lengkap Muhammad ibn Ibrahim ibn Yahya al-Qawami al-Syirazi. Ia mendapat gelar Sadr al-Din. Selain masyhur dengan panggilan Mulla Shadra, ia juga masyhur dipanggil Sadr al-Muta‘alihin. Sementara itu, para murid Mulla Shadra sering menyebutnya dengan Akhund. Ia lahir pada tahun 979 H/1571 M di Syiraz dan wafat pada tahun 1050 […]Read More

Menengok Urgensi Keberadaan Santri Penulis di Tiap Generasi

HIDAYATUNA.COM – Masih cukup banyak kita jumpai orang-orang yang memandang sebelah mata ‘produk pesantren’. Produk pesantren yang dimaksud di sini adalah santri. Orang-orang yang sama sekali belum pernah bersinggungan dengan pesantren umumnya menganggap santri hanya sebagai kaum yang belajar ilmu agama. Oleh sebab itu, tak heran bila mereka memandang bahwa santri nantinya cuma jadi modin, […]Read More