Abdul Wahab Ahmad

Ketua Prodi Hukum Pidana Islam UIN KHAS Penulis Buku dan Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Pengurus Wilayah LBM Jawa Timur.

Perbedaan Dakwah Bertahap dan Dakwah Merusak

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Setelah kemarin saya menulis bahwa shalawatan jedag-jedug dengan irama koplo yang disertai joget campur laki-laki dan perempuan adalah acara haram, maka tidak sedikit yang menolak dengan alasan hal tersebut adalah bagian dari dakwah secara bertahap seperti dicontohkan oleh Walisongo. Sebenarnya yang belajar fikih pasti tahu bahwa alasan ini salah, tapi sebab orang awam […]Read More

Contoh Ijtihad Abal-Abal: Boleh Lanjut Makan Sahur Saat Adzan Subuh

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Dalam ilmu ushul fiqh, ijtihad langsung pada al-Qur’an dan hadis adalah ranahnya para ulama yang sudah mumpuni dengan seperangkat ilmu kelas berat. Tak semua yang disebut ulama layak berijtihad, kebanyakan hanya layak ikut ijtihad ulama lain yang lebih ahli. Apalagi bukan ulama, maka sama sekali bukan tempatnya berijtihad. Kalau dipaksa, maka akan jadi […]Read More

Semesta adalah Sebuah Sistem Operasi

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Alam semesta bagaikan sistem operasi yang sangat hebat. Cara kerja sistem operasi ini kemudian ditulis dan dibukukan oleh para fisikawan. Hakikat rumus-rumus fisika tak lain hanyalah buku bahasa pemrograman yang membuat pengguna semesta tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Para ilmuwan tak ubahnya seperti para programer yang membuat […]Read More

Menyoal Dikotomi Ahli Hadis dan Ahli Fikih

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Pada masa awal Islam, tidak dikenal dikotomi antara ahli hadis dan ahli fikih sebab kedua ilmu itu adalah satu paket yang seharusnya tidak terpisahkan. Yang disebut ulama adalah orang yang menguasai keduanya. Namun belakangan muncul dikotomi di kalangan ahli ilmu yang membuat mereka terpecah menjadi ahli hadis yang dianggap condong pada hafalan dan […]Read More

Bagaimana Seharusnya Kita Menyikapi Para Sufi dan Tasawuf?

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Bagaimana seharusnya kita menyikapi para sufi dan tasawuf? Syaikh Ibnu Taymiyah menawarkan pandangan yang proporsional dalam hal ini. Ia berkata: فَطَائِفَةٌ ذَمَّتْ «الصُّوفِيَّةَ وَالتَّصَوُّفَ». وَقَالُوا: إنَّهُمْ مُبْتَدِعُونَ خَارِجُونَ عَنْ السُّنَّةِ وَنُقِلَ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْ الْأَئِمَّةِ فِي ذَلِكَ مِنْ الْكَلَامِ مَا هُوَ مَعْرُوفٌ وَتَبِعَهُمْ عَلَى ذَلِكَ طَوَائِفُ مِنْ أَهْلِ الْفِقْهِ وَالْكَلَامِ. Sebuah kelompok mengkritik […]Read More

Apakah Huruf Qaf Diucapkan Gaf?

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Beberapa daerah Arab lumrah mengucap huruf Qaf (ق) diganti dengan suara pengucapan huruf G sehingga qaf menjadi gaf. Ini sama sekali tidak masalah bila yang dibaca bukan al-Qur’an. Adapun ketika membaca al-Qur’an, misalnya mengucap kata “mustaqim” dalam fatihah diucapkan “mustagim.” Maka hukumnya boleh atau sah shalatnya namun makruh alias sebaiknya dihindari dan makruh […]Read More

Perbedaan antara Kalam dan Lafadz

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Banyak yang rancu membedakan antara istilah “kalam” dan “lafadz” yang berujung pada kerancuan pembahasan soal kalamullah. Secara ringkas perbedaanya begini: Kalam (ucapan/pembicaraan/perkataan) selalu dinisbatkan pada mutakallim yang asli, tidak dapat dinisbatkan pada penukil atau media yang menyebarkan kalam. Contoh: – Tulisan saya ini adalah kalam saya (AWA), tak peduli anda membacanya di mana […]Read More

Apakah Ibnu Katsir Seorang Asy’ari?

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Ibnu Katsir adalah salah satu murid fanatik Syaikh Ibnu Taymiyah. Ia pernah dihukum bersama teman seperjuangannya, yakni Ibnu Qayyim. Karena menyebarkan fatwa Ibnu Taymiyah yang dianggap sesat oleh para ulama dan masyarakat umum saat itu. Sampai akhir pun, ia berwasiat agar dimakamkan di samping maka Ibnu Taymiyah, guru tersayangnya. Hal itu membuat banyak […]Read More

Waktu Kosong antara Maghrib dan Isya’

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Semua orang tahu bahwa setelah waktu shalat subuh berakhir, tidak langsung masuk waktu dhuhur tapi ada waktu kosong di antara keduanya. Namun sedikit yang tahu bahwa di antara waktu maghrib dan isya’ juga ada waktu kosongnya, bukan maghrib dan juga bukan isya’. Perlu diketahui bahwa waktu maghrib dalam mazhab Syafi’i ada dua […]Read More

Amalan Menulis Ayat sebagai Azimat di Dompet agar Uang Tak

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Sebagian orang melakukan amalan menulis ayat berikut ini di saat Nisfu Sya’ban lalu diletakkan di dompetnya dengan tujuan agar rizkinya tidak habis. Sebagian dari anda mungkin sudah mendapat share info tentang ini. Ayatnya adalah: إِنَّ هَٰذَا لَرِزۡقُنَا ‌مَا ‌لَهُۥ ‌مِن نَّفَادٍ [ص: 54] Bagi yang mau mengamalkan itu, maka harus diingat bahwa […]Read More