Astronom Agung dari Mesir, Penemu Metode Ketinggian Bintang

 Astronom Agung dari Mesir, Penemu Metode Ketinggian Bintang

Mengenal Imam Hafs bin Ibrahim Al-Kufi, Sang Ahli Qira’at dari Baghdad (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Nama Ibnu Yunus (1009 M) mungkin tidak begitu familiar oleh kalangan ilmuwan Muslim. Namun, ia adalah seorang matematikawan sekaligus astronom Muslim mutakhir pada abad ke-11.

Astronom berkebangsaan Mesir itu merupakan cucu dari seorang sarjana hadits dan rekan Imam Syafi’i. Selain itu pada tahun 990, ia menyusun tabel-tabel astronomi empat jilid, kemudian diterjemahkan dalam berbagai macam bahasa di dunia.

Dilansir dari akun twitter Islamic Scientific Heritage, Jumat (7/1/2020), astronom Muslim tersebut menemukan metode untuk menentukan waktu dari ketinggian bintang setara dengan {𝟮𝗰𝗼𝘀(𝗮)𝗰𝗼𝘀(𝗯)=𝗰𝗼𝘀(𝗮+𝗯)+𝗰𝗼𝘀(𝗮-𝗯) (rumus Werner).

Selain itu, penemuannya juga menjadi salah satu rujukan ilmuwan-ilmuwan dari barat. Termasuk, catatan Ibnu Yunus tentang gerhana matahari 993 dan 1004 serta gerhana bulan 1001 dan 1002. Sebagaimana yang ditulis oleh Islamic Scientific Heritage.

Melalui pengamatan Ibnu Yunus tentang konjungsi dan gerhana digunakan dalam perhitungan Richard Dunthorne dan Simon Newcombs tentang percepatan sekuler bulan.

Selain itu, catatan Ibn Yunus tentang gerhana matahari 993 dan 1004 serta gerhana bulan 1001 dan 1002 juga menjadi banyak rujukan para ilmuwan Barat.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *