Aroma Ramadan yang Manis di Asia Selatan

 Aroma Ramadan yang Manis di Asia Selatan

8 Juta Liter Zamzam Didistribusikan ke Pengunjung Masjidil Haram (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Asia Selatan – Lebih dari setengah miliar Muslim di Asia Selatan memadati masjid dan jalan-jalan pasar untuk mencari menu buka puasa selama Ramadan. Orang-orang yang tergoda oleh aroma manisan manis dan piring nasi yang besar dan kuat, berkumpul hingga malam hari.

Di Asia Selatan, bulan suci Ramadan dimulai pada akhir pekan, Minggu 3 April 2022.  Pasar Chawkbazar yang berusia berabad-abad di Bangladesh, negara yang menjadi bagian dari Asia Selatan, adalah pusat tradisional untuk pertemuan malam selama bulan Ramadan.

Ada ratusan kedai makanan darurat yang menjual daging panggang tradisional dan makanan lezat di pasar Chawkbazar. Kerumunan besar kembali ke lingkungan pada hari Minggu untuk pertama setelah pandemi virus corona.

Hidangan tradisional pakoras dan sup miju-miju ditawarkan di samping hidangan yang lebih esoteris, seperti kebab yang terbuat dari daging alat kelamin banteng. Selain itu juga ada otak kambing goreng yang selalu populer disajikan untuk menemani daging panggang dan sayuran.

Hidangan Lokal Warnai Ramadan di Asia Selatan

Selain Bangladesh, Muslim Pakistan pun menyambut baik perizinan berkumpul di keramaian ini. Mereka begitu menikmati kesempatan untuk kembali berbuka puasa bersama.

Masjid-masjid telah diterangi dengan lentera. Pasar-pasar di dekatnya ramai oleh orang-orang yang berhenti untuk menikmati kue-kue manis yang digoreng. Mereka juga membeli makanan untuk dibagikan kepada orang miskin.

Pertemuan malam yang lebih tenang sedang berlangsung di Afghanistan. Di mana orang masih memperhitungkan krisis kemanusiaan akut setelah penarikan AS tahun lalu dan kembalinya Taliban ke kekuasaan.

Hidangan lokal berbuka puasa yang paling populer adalah Kabuli pulao, nasi yang ditaburi kunyit dan dicampur dengan buah-buahan kering, terutama kismis hitam. Acar dan jalebis pedas spesial juga dinikmati oleh keluarga saat makan malam setelah berbuka puasa.

Tetapi banyak warga yang terpaksa membatasi pembelian mereka seminimal mungkin tahun ini karena kekurangan pangan di negara itu.

Islam adalah agama terbesar kedua di Asia Selatan setelah Hindu. Wilayah ini menjadi rumah bagi sekitar sepertiga dari penganut agama tersebut.

 

 

 

Source: Arab News/IQNA

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × two =