Cancel Preloader

Arab Saudi Tetap Tangguhkan Seluruh Ibadah Jamaah Pada Bulan Suci Ramadhan

 Arab Saudi Tetap Tangguhkan Seluruh Ibadah Jamaah Pada Bulan Suci Ramadhan
Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Bulan suci Ramadhan, yang dijadwalkan akan dimulai pada atau sekitar tanggal 23 April, pada tahun ini akan terlihat sangat berbeda bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Pada bulan Ramadhan, adalah sebuah kewajiban bagi umat Muslim untuk berpuasa setiap harinya, tidak makan dan tidak minum mulai dari matahari terbit hingga terbenam.

Ramadhan juga merupakan sebuah ‘festival’ yang sangat komunal.

Iftar, yang secara harfiah berarti ‘berbuka puasa’, adalah sebuah momen yang sangat dinanti-nantikan dan yang paling sering dihabiskan bersama keluarga besar, dan teman-teman.

Setiap malam selama bulan Ramadhan, salat tarawih, diadakan di masjid-masjid di seluruh dunia. Ibadah ini dilakukan dengan keyakinan bahwa ada pahala yang lebih besar untuk salat yang dilakukan secara berjamaah.

Masjid-masjid akan dipenuhi oleh para jamaah selama masa ini, dengan masjid-masjid yang lebih populer dipenuhi hingga para jamaah terpaksa salat di halaman masjid atau di sekitar jalanan masjid.

Namun, pada tahun ini akan berbeda. Pada hari Senin, Menteri Urusan Islam Arab Saudi telah mengumumkan bahwa selama bulan suci Ramadhan mendatang, umat Muslim di negaranya hanya akan diizinkan untuk salat di rumah saja. Hal ini akan terus berlaku hingga pandemi virus corona di seluruh dunia berakhir.

Sang Menteri, Abdul Lateef al-Sheikh, menjelaskan bahwa dalam upaya menekan penyebaran virus corona di negaranya, larangan ibadah berjamaah di masjid-masjid telah diterapkan sejak tanggal 19 Maret lalu. Dan langkah ini pun akan terus berlaku selama bulan suci Ramadhan mendatang.

Sheikh mengatakan bahwa salat wajib lima waktu yang ditaati oleh umat Muslim lebih penting daripada salat tarawih di bulan Ramadhan. Dia pun menambahkan bahwa instruksi untuk tetap di rumah saja ini sudah sejalan dengan saran yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

“Penangguhan salat lima waktu di masjid lebih penting daripada penangguhan salat tarawih. Kami meminta kepada Allah SWT untuk menerima (ibadah) salat tarawih yang entah itu diadakan di masjid, atau di rumah, yang kami pikir lebih baik untuk kesehatan masyarakat,” kata Sheikh.

Hingga saat ini, Arab Saudi telah mencatat 5.369 kasus, dan 73 kematian akibat COVID-19, sebuah angka tertinggi di antara para anggota Gulf Cooperation Council (Dewan Kerjasama Teluk). (Middleeasteye.net)

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

6 − 1 =