Cancel Preloader

Apakah Sombongnya Anda Seperti yang Dicirikan Gus Baha Ini?

 Apakah Sombongnya Anda Seperti yang Dicirikan Gus Baha Ini?

(Ilust/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Berlaku sombong baik kepada orang lain umumnya akan dijauhi sahabat, rekan bahkan saudara. Namun bagaimana bila sombong itu ditunjukkan kepada diri sendiri?

KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengatakan bahwa orang sombong ialah orang yang berupaya membela dirinya. Mengapa demikian?

Dalam kajiannya yang diunggah di kanal Youtube milik Santri Gayeng, Gus Baha mengungkapkan bahwa sang ayah dahulu sangat menyukai orang sombong. Bahkan Gus Baha pun heran mengapa demikian.

Namun setelah Gus Baha menjadi kiai, beliau menyadari bahwa orang sombong disebutnya sebagai orang yang lebih gampang bersyukur. Bagi orang yang tidak cocok dengan sifat sombong itu, menurut mereka ialah sombong.

“Ngapain jadi rektor, jadi pegawai negeri? Nggak enak. Ya sudah, kalau caranya dia bersyukur seperti itu, biarkan saja,” katanya meniru gaya orang sombong.

Orang Sombong yang Gampang Bersyukur

Dengan berbagai alasan orang sombong justru menolak lebih dulu untuk menjadi orang penting atau petinggi. Padahal, menurut Gus Baha jika pun ia mau juga belum tentu ada yang mau mencalonkannya.

Ini logika yang sangat mudah kita pahami. Betapa kita ini terlalu muluk-muluk, bukan, untuk hidup? Iya, lebih tepatnya sombong tadi. Tapi itulah cara dia bersyukur.

Orang yang sombong seperti disebutkan Gus Baha di atas, akan terus bicara seperti itu untuk bersyukur. “Nggak enak jadi PNS, jadi rektor, orang kok terikat! Nggak enak,” imbuhnya.

Namun sifat sombong seperti itulah yang justru disukai oleh ayah Gus Baha dahulu. Itulah bahasa syukur dari orang yang sombong tersebut.

Dia sombong untuk membela dirinya sendiri sehingga itulah yang membuatnya merasa bahagia. Sama halnya dengan ungkapan Jawa “ngayem-ayemke dewe” atau mendamaikan diri sendiri dengan hidupnya.

Adapula yang menyebut “ngelem-elem dewe” atau membanggakan dirinya sendiri. Itulah orang sombong yang menunjukkan bentuk mensyukuri hidupnya. Meski dibalik ungkapan syukur itu kita tidak pernah tahu apa yang dirasakannya.

Orang Sombong Adalah Mereka yang Menerima Dirinya Sendiri

Sepengetahuan kita, sebagaimana Gus Baha katakan, bahwa mereka-lah orang-orang yang mudah untuk bersyukur. Mereka menerima dirinya sendiri dengan apa adanya. Tanpa mengharapkan lebih, meski terkadang kesannya agak muluk-muluk ketika mereka mulai berkata seperti di atas.

Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. An-Nahl Ayat 114:

فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya: “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”

Mengungkapkan rasa syukur banyak cara dan wujudnya, termasuk dengan membanggakan diri seperti yang Gus Baha contohkan. Orang yang disebut sombong tersebut tentu menyadari betapa dirinya tidak seberuntung orang lain, seperti seorang PNS atau rektor.

Meski begitu, ia sadar kapasitasnya juga belum tentu mumpuni jika ditempatkan di cangkang PNS maupun rektor. Untuk itulah ia mengungkapkan syukurnya dengan cara sombong. Wallahu’alam bi showab

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × four =