Apakah Arwah dari Jenazah yang Hendak Dikuburkan Mengenali Kita?

 Apakah Arwah dari Jenazah yang Hendak Dikuburkan Mengenali Kita?

Ziarah Kubur (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Tiap saya memberi pelatihan perawatan jenazah di Kota Surabaya selalu saya ingatkan kepada para Modin agar mengajak keluarga almarhum. Terutama saat memandikan, mengafani hingga menguburkan. Pengecualian, jika keluarga tersebut tidak ada yang bisa sama sekali.

Pengecualian juga bila jenazah mengidap penyakit menular. Hendaknya ditangani oleh petugas dan ada keluarga yang ikut serta agar tidak salah paham.

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ اﻟﺨﺪﺭﻱ: ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ” ﺇﻥ اﻟﻤﻴﺖ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻦ ﻳﺤﻤﻠﻪ ﻭﻣﻦ ﻳﻐﺴﻠﻪ، ﻭﻣﻦ ﻳﺪﻟﻴﻪ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ “

Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Sungguh mayit tahu orang yang memikulnya, yang memandikan dan memasukkannya ke dalam kuburnya.” (HR Ahmad, Thabrani dan Ibnu Abi Dunya).

Hadis ini dinilai dhaif oleh para Al-Hafidz di bidang hadis. Tapi menurut Syekh As-Sindi ada hadis Sahih yang menjadi Syahid (penguat eksternal), yaitu:

 ﻛﺎﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: ” ﺇﺫا ﻭﺿﻌﺖ اﻟﺠﻨﺎﺯﺓ، ﻓﺎﺣﺘﻤﻠﻬﺎ اﻟﺮﺟﺎﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻋﻨﺎﻗﻬﻢ، ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﺻﺎﻟﺤﺔ ﻗﺎﻟﺖ: ﻗﺪﻣﻮﻧﻲ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻏﻴﺮ ﺻﺎﻟﺤﺔ ﻗﺎﻟﺖ ﻷﻫﻠﻬﺎ: ﻳﺎ ﻭﻳﻠﻬﺎ ﺃﻳﻦ ﻳﺬﻫﺒﻮﻥ ﺑﻬﺎ “

Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda: “bila jenazah sudah diletakkan lalu digotong oleh para lelaki, jika dia jenazah yang baik maka dia berkata: “Segeralah hantar aku”. Bila jenazah tidak baik dia berkata kepada keluarganya: “Celaka, mereka bawa kemana jenazahku.” (HR Bukhari)

Ruh Melihat dan Menjawab Salam Peziarah

Juga ada atsar / riwayat dari Tabiin:

ﻗﺎﻝ ﻣﺠﺎﻫﺪ «ﺇﺫا ﻣﺎﺕ اﻟﻤﻴﺖ ﻓﻤﻠﻚ ﻗﺎﺑﺾ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻤﺎ ﻣﻦ ﺷﻲء ﺇﻻ ﻭﻫﻮ ﻳﺮاﻩ ﻋﻨﺪ ﻏﺴﻠﻪ ﻭﻋﻨﺪ ﺣﻤﻠﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺼﻴﺮ ﺇﻟﻰ ﻗﺒﺮﻩ»

Mujahid berkata: “Jika ada orang wafat maka malaikat memegang ruhnya. Ruh tersebut dapat melihat apa pun saat dimandikan, dipikul hingga sampai ke kuburnya.” (Ibnu Abi Dunya)

Setelah dimakamkan para arwah di alam kubur juga masih mengenali para peziarah. Al-Hafidz As-Suyuthi mengutip dari murid Syekh Ibnu Taimiyah:

ﻭﻗﺎﻝ ﺇﺑﻦ اﻟﻘﻴﻢ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻭاﻵﺛﺎﺭ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ اﻟﺰاﺋﺮ ﻣﺘﻰ ﺟﺎء ﻋﻠﻢ ﺑﻪ اﻟﻤﺰﻭﺭ ﻭﺳﻤﻊ ﻛﻼﻣﻪ ﻭﺃﻧﺲ ﺑﻪ ﻭﺭﺩ ﺳﻼﻣﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻫﺬا ﻋﺎﻡ ﻓﻲ ﺣﻖ اﻟﺸﻬﺪاء ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ

Ibnu Qayyim berkata: Dalil-dalil hadis atau atsar riwayat Sabahat dan Tabiin menunjukkan bahwa peziarah saat datang ke kubur. Maka arwah dapat mengetahui, mendengar ucapannya, senang atas kedatangannya dan menjawab salamnya. Ini berlaku untuk orang yang mati syahid dan lainnya. (Syarah Ash-Shudur, 1/221)

Ma'ruf Khozin

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twenty − 3 =