Anjuran Memilih Manhaj di Zaman Fitnah

 Anjuran Memilih Manhaj di Zaman Fitnah

Anjuran memilih manhaj menurut Buya Yahya (Ilustrasi/Hidayuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Hati-hati dalam memilih manhaj lantaran di zaman akhir banyak sekali fitnah. Pimpinan Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon, KH. Yahya Zainul Ma’arif atau yang lebih akrab disapa Buya Yahya mengingatkan hal itu.

Buya Yahya menganjurkan mengikuti manhaj Abu Hasan Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi yaitu paham Ahlussunnah Wal Jamaah.

“Kita mengikuti Abu Hasan Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi, Ahlussunnah Wal Jamaah,” kata Buya Yahya dikutip dari video unggahan Instagram @rahmafridaa_ Selasa, (19/04).

Buya Yahya menjelaskan bahwa di zaman yang penuh dengan kemudahan mengakses internet terkadang menjadikan seseorang menjadi salah paham.

“Ketika adanya dunia maya internet, semuanya ada yang membeda-bedakan manhaj. Maksudnya agar memilih manhaj yang benar. Adapun yang Anda dengar bahwasanya asalkan ada dalil itu benar harus diikuti. Itu memang kebenaran yang tidak bisa dibantah, cuma saya dan anda ini tidak bisa berdalil,” katanya.

“Justru bahayanya orang zaman akhir ini, kalau menipu adalah dengan cara, seolah berdalil dengan Alquran dan hadist nabi lalu disodorkan sebagai dalil. Anda dan saya yang tidak mengerti kebenaran atau tidaknya hadits tersebut, kemudian selalu menerima saja. Terjerumus lalu bagaimana agar kita selamat? Jangan sok berbicara dalil-dalil. Serahkan kepada ahlinya kemudian Anda ikuti,” imbuhnya.

Ulama menjadikan dalil sebagai hukum dikaji dari berbagai pertimbangan. “Dilihat ini ada yang sama dengan yang ini atau tidak dalilnya. Jika ada yang berbeda di saat berbeda bagaimana kisahnya?” kata alumnus Universitas al-Ahgaff, Yaman itu.

Ada penipu-penipu dalil. Penipu dalil membid’ahkan kelompok lain. Menganggap itu bid’ah padahal. Berusaha menganggap kelompok lain menyesatkan, padahal ternyata tidak sesat.

“Mengkafirkan si Fulan ternyata tidak kafir. Belajar melalui manhaj ini penting supaya Anda tidak dicuri oleh aqidah sesat dan salah,” pungkasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

six − two =