Anggota Parlemen Yordania Kecam Film Anti-Palestina

 Anggota Parlemen Yordania Kecam Film Anti-Palestina

Tiga Mahasiswa Keturunan Palestina Ditembak di Vermont, Amerika Serikat (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Teheran – Sejumlah anggota parlemen menilai agar film yang menghina Palestina dilarang. Film berjudul Amirah (putri) telah menyebabkan menurunnya meluasnya di kalangan warga Palestina dan juga di Yordania.

Para kritikus berpendapat bahwa masuk ke dalam narasi Israel dan penderitaan rakyat Palestina dan perjuangan mereka. Anggota parlemen Yordania mengatakan film tersebut merupakan kewajiban terhadap semua tahanan di penjara Israel. Pasalnya, sebagaimana dilaporkan Al-Araby.co.uk , film tersebut mengubah kondisi realitas mereka.

Anggota parlemen Ahmed al-Qatouna mengungkapkan penyesalan yang mendalam. Beberapa orang telah mengambil bagian dalam film ofensif tersebut. Khalil Atiya, anggota parlemen lainnya, mengatakan dia sama sekali menolak isi film tersebut.

Dia menambahkan bahwa mendukung selalu mendukung perjuangan Palestina dan seni negara juga mendukung perjuangan Palestina. Untuk itu, ia meminta otoritas terkait untuk melarang film yang telah dipilih oleh Komisi Film Kerajaan untuk mewakili Yordania di Oscar. Pemilihan tersebut untuk membawakan film anti-Palestina itu bersaing dalam kategori film fitur internasional tahun 2022.

Muncul Tagar #BoikotAmiraFilm

Platform media sosial di Yordania juga dipenuhi dengan melimpahnya yang meluas di atas film tersebut, dengan banyak yang menuntut boikotnya. Tagar “BoycottAmiraFilm” telah menjadi trending di Twitter selama lebih dari 24 jam. Pengguna Twitter KhairEddinAljabri pun, mengungkapkan mengecewakannya pada film tersebut, ia menggambarkannya sebagai “jahat”.

“Seni Yordania selalu melayani perjuangan Palestina dengan film-film perintis yang menampilkan perjuangan rakyat Palestina dan mengagungkan perlawanan mereka. Film ini dan tindakan tercela dan semua orang yang berpartisipasi di dalamnya harus bertanggung jawab,” cuit Jabri dalam bahasa Arab.

Reda Yasen mentweet dalam bahasa Arab:

“Para kurator film harus meminta maaf atas ketidaktahuan mereka dan segera menarik film itu. Jika tidak, mereka akan berkontribusi pada mutilasi yang direncanakan terhadap tahanan Palestina.”

Instagram HananBahri juga menyatakan permintaannya terhadap film tersebut. Asosiasi Seniman Yordania menyatakan pernyataan dan kecamannya terhadap film tersebut dalam sebuah pernyataan. Kementerian Kebudayaan Palestina juga mengutuk produksi dan pemutaran film tersebut.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *