Amalan Doa Kehamilan

 Amalan Doa Kehamilan

Amalan Doa Kehamilan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Alhamdulillah semalam ikut hadir di majelis zikir ulama Makah dengan hajat mendoakan kehamilan istri kerabat saya Mas Abdu Al Muhajjalin , Putra Yai Farmadi Hasyim. Kiai penuh legenda di KUA Surabaya.

Mendoakan kehamilan dalam Bahasa Jawa disebut Tingkeban, Pitonan dan lainnya. Apakah ada tuntunan Tingkeban?

Kalau teks Tingkeban ya tidak akan menemukan di kitab-kitab hadis atau fikih.

Tapi lihatlah subtansinya, menyimpang atau tidak?

Ternyata bagian mendoakan janin atau kandungan memiliki riwayat hadis.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mendoakan untuk Abu Thalhah dan Ummu Sulaim:

«ﻟﻌﻞ اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﺒﺎﺭﻙ ﻟﻜﻤﺎ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺘﻜﻤﺎ» رواه البخاري

Artinya:

“Semoga Allah memberikan berkah kepada kalian berdua pada malam kalian (bersetubuh).”.[HR. Al Bukhari]

Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya Dalail An-Nubuwwah menjadikan hadis di atas sebagai dalil anjuran mendoakan janin selama dalam kandungan:

بَابُ مَا جَاءَ فِي دُعَائِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَرَكَةِ لِحَمْلِ أُمِّ سُلَيْمٍ مِنْ أَبِي طَلْحَةَ

Artinya:

“Bab tentang riwayat doa Nabi Muhammad Saw dengan keberkahan untuk kehamilan Ummu Sulaim dari Abu Thalhah…”

Mana dalil khusus mendoakan kandungan yang sudah besar, antara 4 bulan (tingkepan) atau 7 bulan (pitonan) secara riwayat hadis memang belum ditemukan.

Namun mari perhatikan dalam ayat berikut:

{ﻫﻮ اﻟﺬﻱ ﺧﻠﻘﻜﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺲ ﻭاﺣﺪﺓ ﻭﺟﻌﻞ ﻣﻨﻬﺎ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻟﻴﺴﻜﻦ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻓﻠﻤﺎ ﺗﻐﺸﺎﻫﺎ ﺣﻤﻠﺖ ﺣﻤﻼ ﺧﻔﻴﻔﺎ ﻓﻤﺮﺕ ﺑﻪ ﻓﻠﻤﺎ ﺃﺛﻘﻠﺖ ﺩﻋﻮا اﻟﻠﻪ ﺭﺑﻬﻤﺎ ﻟﺌﻦ ﺁﺗﻴﺘﻨﺎ ﺻﺎﻟﺤﺎ ﻟﻨﻜﻮﻧﻦ ﻣﻦ اﻟﺸﺎﻛﺮﻳﻦ (الأعراف ١٨٩) }

Artinya:

“Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya.

Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata:

“Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.” (Q.S. Al-‘A`rāf ayat 189)

Di ayat ini sangat jelas bahwa doa yang dibaca setelah kandungan terasa berat / besar. Ulama ahli tafsir berkata:

ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺟﻌﻔﺮ: ﻭاﻟﺼﻮاﺏ ﻣﻦ اﻟﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ: ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﺃﺧﺒﺮ ﻋﻦ ﺁﺩﻡ ﻭﺣﻮاء ﺃﻧﻬﻤﺎ ﺩﻋﻮا اﻟﻠﻪ ﺭﺑﻬﻤﺎ ﺑﺤﻤﻞ ﺣﻮاء، ﻭﺃﻗﺴﻤﺎ ﻟﺌﻦ ﺃﻋﻄﺎﻫﻤﺎ ﻣﺎ ﻓﻲ ﺑﻄﻦ ﺣﻮاء، ﺻﺎﻟﺤﺎ ﻟﻴﻜﻮﻧﺎﻥ ﻟﻠﻪ ﻣﻦ اﻟﺸﺎﻛﺮﻳﻦ.

Artinya:

“Abu Ja’far berkata: Pendapat yang benar bahwa Allah mengabarkan, bahwa Adam dan Hawa berdoa kepada Allah sebab kehamilan Hawa.

Keduanya bersumpah bahwa jika Allah memberikan dalam kandungan seorang anak yang shaleh, keduanya akan bersyukur kepada Allah.” (Tafsir Ath-Thabari)

Semoga Allah memberi keberkahan kehamilan istri Mas Abdun Nasir, kelancaran selama prosesi kelahiran dan menjadikan putra-putrinya soleh dan salehah. Amin. []

Ma'ruf Khozin

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *