Alquran yang Menggetarkan Sang Mualaf

 Alquran yang Menggetarkan Sang Mualaf

Alquran bukti keberadaan Tuhan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Alquran membawa keajaiban bagi seluruh alam, tak terkecuali manusia, dengan Alquran pula banyak mualaf yang dibuatnya hingga masuk Islam. Adam misalnya, saat kecil ia hidup di lingkungan mayoritas Muslim dan biasa bermain dengan anak-anak Muslim.

Setiap azan Maghrib berkumandang, mereka langsung meninggalkan permainan dan bergegas ke masjid. Pemilik nama Adam Ahmad Daud Abdurrahman ini pun mengenang masa-masa yang sangat menyentuh hatinya.

Rasa penasarannya kemudian membawa Adam pada proses pengenalan Islam, meski saat itu ia masih terbilang anak-anak. Adam mulai menirukan kebiasaan teman-teman Muslimnya, salat di masjid, dan sebagainya ia ikuti hingga ia menemukan fakta bahwa untuk menjadi Muslim tidaklah sulit.

Adam disaksikan saudara jauhnya mengucapkan kalimat syahadat diusianya yang belum baligh. Namun ia masih menyembunyikan keputusan mualafnya itu dari orangtua karena khawatir jika tidak diterima.

Atas pertimbangan itu, akhirnya Adam dengan status mualafnya, setiap akhir pekan masih mengikuti ritual agama ayah dan ibunya. Ia tetap melaksanakan salat dan tidak pernah meninggalkan kewajiban lima waktu bersama teman-teman kecilnya mulai dari Senin hingga Jumat.

‘Mencari Tuhan’ dalam Alquran

Adam terus memperdalam keislamannya, disamping itu ia juga masih perlu bimbingan sampai kemudian ia bertemu seorang ustaz yang lalu menjadi guru spiritualnya. Ustadz itu lalu mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS saat mencari Tuhan. 

Riwayat tersebut ada di dalam Alquran yakni, ketika ayahanda Nabi Ismail dan Nabi Ishaq itu mula-mula mengira bahwa bintang, bulan, dan matahari adalah Tuhan. Pada akhirnya, rasul Ulul Azmi itu menyadari, semua benda langit itu selalu timbul-tenggelam. Dzat yang menciptakan dan menggerakkan mereka, itulah satu-satunya yang pantas disembah.  

Inilah satu-satunya kitab suci yang dengan tegas menyebutkan Dia sebagai Tuhan. Penyebutan ini sesuai dengan salah satu sifat-Nya, Al- Mutakabbir, ‘Dia Yang Memiliki segala ke agungan.’  

Sedangkan di agama lain, kata Adam dilansir dari Republika, dalam kitab mereka masing-masing, tidak ada yang berani mengakui bahwa zat tertentu adalah Tuhan semesta alam. Adapun tentang bukti kebenaran Alquran itu dijelaskan dalam kitab suci itu sendiri, misalnya, surat al Isra ayat 88. 

Allah SWT. menantang semua makhluk-Nya untuk membuat yang serupa dengan Alquran. Katakanlah, ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Alquran ini. Niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.’  

Mendengar isi Alquran tentang ketauhidan itu membuat Adam seketika bertaubat nasuha kepada Allah. Saat itulah keimanannya semakin kokoh dan tidak goyah, sebab sebelumnya Adam sempat tergiur menjadi atheis. Namun sejak menyaksikan betapa menakjubkannya isi Alquran itu, Adam begitu yakin atas iman Islamnya.

Begitu pun orangtuanya, kini tak lagi mempersoalkan keputusan Adam yang mantap menyatakan keislamannya. Ia tetap tinggal bersama kedua orangtua tetapi perihal iman, baginya tidak dapat diganggu gugat dan mereka tetap hidup dalam keberagaman dan toleransi. Masya’Allah.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

16 − 15 =