Cancel Preloader

Ali Bin Abi Thalib dan Uang Enam Dirham

 Ali Bin Abi Thalib dan Uang Enam Dirham

Ilustrasi/Hidaytauna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Dikisahkan dalam kitab Ushfuriyah, Istri Ali bin Abi Thalib, Fatimah az-Zahra sedang memintal bulu-bulu domba untuk ditenun. Beberapa saat kemudian, Ali datang dari rumah Rasulullah Saw, mertuanya.

“Adakah makanan yang bisa saya makan, wahai wanita mulia?” tanya Ali pada Fatimah.

“Demi Allah, aku tak memiliki apa-apa. Hanya ada uang enam dirham yang sebenarnya akan aku belikan makanan untuk Hasan dan Husain.”

“Ya sudah, mana uang itu? Biar aku yang membelikannya,” kata Ali lagi.

Begitu Fatimah memberikan uang, Ali langsung bergegas ke luar rumah untuk membeli makanan. Di tengah perjalanan, Ali bertemu dengan seorang pengemis.

”Ya tuan, kasihanilah kami, semoga Allah membalas kebaikan tuan,” rintih pengemis itu.

Ali memberikan seluruh uang yang dipegangnya karena iba dan niat tulus untuk menolong.

Ali pulang dengan tangan hampa. Ketika Fatimah tahu suaminya tidak membawa pulang makanan, ia menangis.

“Mengapa engkau pulang tanpa membawa apa-apa?” tanya Fatimah sambil tersedu-sedu.

Ali menjawab, “Wahai wanita mulia, aku telah memberikan uang itu kepada pengemis.”

Allah Mengganti Sedekah Ali dengan Unta

Ali kemudian bermaksud keluar untuk menemui Rasulullah. Tapi, tiba-tiba, ada orang menuntun unta.

“Ya, Abu Hasan (panggilan lain Ali) belilah unta ini,” jelas orang tersebut.

“Saya tidak punya uang,” jawab Ali.

“Tenang saja, uangnya bisa belakangan,” kata orang tersebut.

Ketika Ali bertanya harga unta tersebut, orang itu pun memberi tahu harga unta sebesar 100 dirham. Dan, Ali pun menyanggupinya.

Selang beberapa langkah, ada orang lain yang menemui Ali. Lalu, menawar unta yang barus saja dibelinya itu. “Berapa kau jual unta itu?”

“300 dirham,” jawab Ali.

“Baiklah, saya membelinya,” kata orang itu langsung membawa unta tersebut.

Ali melanjutkan perjalanan menemui Rasulullah di masjid. Ia bercerita kepada Nabi tentang peristiwa yang baru saja dialami. Kemudian, Nabi bersabda, ”Berbahagialah engkau, Ali. Engkau telah meminjamkan uangmu kepada Allah. Kemudian, Allah telah memberikan uang lebih sehingga tiap satu dirham menjadi 50 dirham.”

Kisah Ali dan uang dirhamnya itu telah mengajarkan kepada kita bahwa bersedekah disaat susah pun tidak akan membuat kita miskin. Itulah sebabnya sangat dianjurkan untuk bersedekah, selain karena ada sebagian harta orang lain di rezeki kita. Hal itu juga dikarenakan sedekah dapat membuka jalan kemudahan, memperlancar rezeki dan menghindarkan dari bala bencana. Wallahu’alam.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 × 5 =