Al-Qur’an dan Sirah Nabawiyah

 Al-Qur’an dan Sirah Nabawiyah

Al-Quran dan Sirah Nabawiyah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Al-Quran tidak sama dengan Taurat, salah satu perbedaannya Al-Quran ini tidak turun sekaligus, tetapi turun secara sedikit demi sedikit selama 23 tahun.

Tepatnya sejak Nabi SAW pertama kali diangkat sebagai utusan Allah di usia 40 tahun, hingga sesaat sebelum wafatnya Beliau SAW.

Sepanjang itulah Al-Quran selalu membersamai Nabi Muhammad SAW dalam semua situasi dan kondisi.

Maka kalau kita urutkan berdasarkan masa turunnya, kita akan membaca Sirah Nabawiyah yang lengkap dengan dokumentasi versi ayat Al-Quran.

Tidak ada satu pun ayat yang turun, kecuali ada konteksnya yang tidak bisa dilepaskan dengan perjalanan sang nabi dalam Sirah Nabawiyah.

Bahkan meski suatu ayat sedang bicara kisah ummat terdahulu, tetap saja tidak akan terlepas dengan kejadian di masa kenabian Muhammad SAW.

Kita menemukan nama Musa terulang-ulang hingga 139 kali dalam Al-Quran. Padahal bangsa Arab tidak kenal Musa. Lantas apa hubungannya dengan Sirah Nabawiyah?

Ternyata Nabi SAW di Madinah hidup berhadap-hadapan dengan para pengikut Nabi Musa, yaitu kalangan Yahudi. Madinah banyak dihuni oleh Yahudi.

Malah sebelum Nabi SAW tinggal di Madinah, komunitas Yahudi sudah lama tinggal disana.

Setidaknya ada tiga klan besar di Madinah kala itu, yaitu Bani Nadir, Bani Qainuqa’ dan Bani Quraizhah.

Diskusi dengan pihak Yahudi pastinya tidak akan lepas dari kisah Nabi Musa. Dan Al-Quran telah bercerita panjang lebar terkait Musa.

Bukan hanya Nabi Musa saja, bahkan Al-Quran beberapa kali menyapa orang yahudi. Kadang mereka disapa sebagai ahli kitab, kadang disapa sebagai Bani Israil.

Kadang disapa dengan sebutan ‘orang yang dapat petunjuk.

Berbagai macam perilaku dan ulah mereka banyak diceritakan dalam Al-Quran. Seakan Al-Quran menjadi catatan sejarah hubungan Nabi SAW dengan kaum Yahudi.

Kalau ada kisah nabi masa lalu yang paling banyak diceritakan dalam Al-Quran, pastinya Nabi Musa.

Nabi Isa juga banyak kisahnya dalam Al-Quran. Salah satu sebabnya bahwa Nabi SAW juga banyak bertemu dengan ummat Kristiani di masanya.

Ada penduduk Najran yang Nasrani dan mengajak debat kepada Nabi SAW.

Saya memang mengangankan ada kitab Sirah Nabawiyah yang penekanannya justru pada ayat-ayat apa saya yang turun secara urut-urutan kejadian di masa kenabian. []

Ahmad Sarwat

Pendiri Rumah Fiqih Indonesia

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *