Cancel Preloader

Al-Hukmu dalam Tinjauan Ulum Alquran dan ulum al-Hadis

 Al-Hukmu dalam Tinjauan Ulum Alquran dan ulum al-Hadis

Al-Hukmu dalam Tinjauan Alquran dan Hadis (Ilust/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Al-Hukmu dengan bantuan ulum Alquran dan ulum al-Hadis, mencakup tiga macam hukum.Pertama, hukum yang menyangkut keyaninan orang dewasa (mukallaf). Kedua, hukum-hukum etika yaitu keharusan seseorang berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan.

Ketiga, hukum-hukum praktis (‘amaliyah) yang mengatur perbuatan maupun ucapan seseorang. Hukum praktis ini meliputi dua cabang besar, yakni ibadah (fiqh al-ibadah), yakni hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya. Sementara muammalah (fiqh al-muammalah), yaitu hukum yang mengatur hubungan manusia dengan invidu lain.

Secara bahasa al-Hukmu berasal dari bahasa Arab yakni bentuk masdhar dari kata hakama ‘bainahum’ yahkumu yang berarti memutuskan perkara, baik atau buruk perkara itu bagi objeknya.

Kemudian menjadi bentuk masdar Al-Hukmu yang berarti mencegah. Dari sejumlah literatur yang penulis dapat, pengertian Al-Hukmu merupakan segala bentuk yang dilarang oleh Allah SWT.

Menurut Samson Rahman dalam tulisannya “Memahami Al-Muhkam dan al-Mutashabih” menjelaskan yang dimaksud dengan al-Hukmu adalah hukum syar’i yang ada dalam nash, dimana hukum tersebut tersemat pada al-ashlu di atas. Sebagai contoh sebuah perasan buah anggur dan kurma sudah mempunyai hukum yang tertulis dengan jelas di dalam ayat Alquran, yaitu hukumnya haram .

Para jumhur ulama menjelaskan pengertian Al-Hukmu secara terminologi adalah, khitab (titah) Allah yang berhubungan dengan perbuatan mukallaf yang berbentuk tuntutan atau kebolehan memilih (antara mengerjakan atau meninggalkan), atau berupa ketetapan”.

Selain itu istilah Al-Hukmu memiliki arti mencegah dari kezaliman. Disebut hakamat al-dabbah (mengekang binatang) karena dia mencegahnya. Sementera Al-Hukmu dalam pengertian al-mazb’u diartikan mencegah atau memutus.

Hal ini sejalan dengan Qamûs al-Muhîth, mengenai pengertian Al-Hukmu yang berarti Al-Qadlâ’ (putusan). Sementara dalam Mukhtâr ash-Shihhâh, Al-Hukmu adalah al-qadlâ’ (putusan).

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 − 5 =