Cancel Preloader

Al-Biruni: Muslim Jenius yang Banyak Kuasai Disiplin Ilmu

 Al-Biruni: Muslim Jenius yang Banyak Kuasai Disiplin Ilmu

Al-Biruni (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Perkembangan pengetahun ilmiah tidak datang begitu saja. Dibutuhkan selama berabad-abad untuk menciptakan inovasi yang dapat kita jumpai seperti sekarang ini.

Salah satu kontribusi besar tentang dunia ilmiah dan sains banyak disumbangkan oleh sosok bernama Aburayhan Al-Biruni. Ia merupakan representasi dari ilmuwan Muslim yang sangat mashur di dunia Barat.

Ilmuwan besar asal Persia ini merupakan sosok yang banyak mengusai disiplin keilmuan. Dengan kata lain sosok Al-Biruni adalah terkenal sebagai polymath. Yakni seseorang yang memiliki wawasan sangat luas dan pengetahuannya tidak terbatas hanya pada satu bidang.

Sebagai ilmuwan abad pertengahan, dari kalangan Islam, Al-Biruni menjadi terkenal selama Jaman Keemasan peradaban Islam. Bisa dibilang meluas antara 750-1258 M.

“Al-Biruni adalah salah satu ilmuwan terbesar sepanjang masa,” kata Mohamed Said Abdi. Seorang guru sekolah menengah Kajian Islam dilansir dari About Islam, Selasa (16/3/2021).

“Dia mempelajari begitu banyak cabang ilmu pengetahuan. Dan melakukan banyak kerja praktek pada sejumlah inovasi ilmiah.”

Al-Biruni memiliki pengaruh yang cukup besar pada sains modern. Tetapi tidak ada karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa barat hingga abad ke-20.

“Pengaruhnya sebagai Ilmuwan Muslim berada di atas papan. Tetapi dalam studi sejarah dia tidak diberikan jenis publisitas yang dia butuhkan. Seperti yang diberikan kepada para ilmuwan Renaisans di Eropa,” kata Fatuma Saman. Seorang guru sejarah dan Kepala Sekolah di Akademi Muslim Nairobi.

“Fenomena ini tidak hanya memengaruhi Al-Biruni. Tetapi banyak ilmuwan Muslim abad pertengahan yang penemuannya yang ambisius dan inovatif. Disembunyikan di bawah rak hanya untuk mengumpulkan debu.”

Namun, para sejarawan percaya bahwa peran yang dimainkan Al-Biruni dalam penemuan-penemuan ilmiah sejauh ini merupakan salah satu pencapaian yang luar biasa. Tidak hanya di kalangan cendekiawan Muslim, tetapi di antara para ilmuwan sepanjang masa.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fourteen − 5 =