Aktivis Dakwah Sebut Kasus Congkel Mata Seperti Zaman Jahiliyah

 Aktivis Dakwah Sebut Kasus Congkel Mata Seperti Zaman Jahiliyah

Kasus congkel mata karena pesugihan seperti zaman jahiliyah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Makassar – Aktivis dakwah dan akademisi di Makassar, Dr. Abdul Wahid MA, mengomentari kasus congkel mata anak oleh orangtuanya karena pesugihan. Dr. Abdul Wahid menyebut hal itu seperti di zaman jahiliyah.

Sejarah mencatat kejadian yang hampir serupa pernah terjadi pada masyarakat Arab Jahiliyah empat belas abad silam ketika awal Islam hadir di Makkah. Orang-orang Arab zaman jahiliyah tega membunuh dan mengubur hidup-hidup anak perempuannya karena dianggap pembawa sial dan masalah di masa mendatang.

Keberadaan anak, kata Dr. Abdul Wahid seharusnya dipahami sebagai titipan dan amanah dari Allah yang wajib dijaga dan dididik dengan sebaik-baiknya. Agar ke depan dapat menjadi pelanjut keluarga dan kepemimpinan bangsa.

Namun yang terjadi di Goa, Sulawesi Selatan justru berbanding terbalik. Hanya lantaran tergiur materi kemudian orangtua tega menyakitinya. Dengan alasan apa pun, kekerasan tetaplah kejahatan yang harus diadili segera karena menyangkut nyawa manusia.

Untuk membentengi perilaku tersebut, maka perlu setiap orangtua meningkatkan keimanan agar dijauhkan dari sifat orang-orang zaman jahiliyah. Sebagaimana dikatakan Dr. Abdul Wahid

Sebelumnya, polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus upaya pencungkilan mata anak perempuan berinisial AP (6) yang terjadi di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Rabu (1/9/2021).

Kakek dan paman AP masing-masing berinisial BA (70) dan US (44) ditetapkan sebagai tersangka usai polisi melakukan gelar perkara dan dilakukan penahanan di Mapolres Gowa.

Zulpan menambahkan, terduga pelaku lainnya yang merupakan orang tua korban yakni TAU (47) dan HAS (43) masih menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSJ Dadi Makassar.”Orang tua korban telah diobservasi ke RSJ Dadi Makassar untuk memeriksa kejiwaan, hasil masih ditunggu,” tandasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nine + 2 =