Akidah Asy’ariyah Sama dengan Perpaduan Tanzih dan Itsbat

 Akidah Asy’ariyah Sama dengan Perpaduan Tanzih dan Itsbat

Insan Kamil, Dhamir Sya`n dan Kalimat-Kalimat yang Kabur (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Gambar di bawah ini adalah salah satu daftar isi dari sebuah kitab ilmu kalam Maturidiyah, kembarannya Asy’ariyah, karya Syaikh Ibnul Hammam yang berjudul al-Musamarah. Saya memberi sorotan pada beberapa bahasan yang sering dibenturkan oleh mereka yang tidak paham atau terpapar hoax turun-temurun warisan mujassimah.

Akidah Asy'ariyah
Daftar isi dari sebuah kitab ilmu kalam Maturidiyah

Seperti terlihat, yang dibahas adalah pokok-pokok akidah Ahlussunnah wal Jamaah yang asli (bukan akidah para Taymiyun yang mengaku ahlussunnah). Pokok-pokok yang berwarna orange adalah pokok akidah yang mengikuti pola tanzih (menyucikan Allah dari kekurangan).

Sedangkan yang berwarna hijau adalah pokok akidah yang berpola Itsbat (menetapkan sifat yang warid dalam Alquran dan hadis). Sementara yang tidak saya warnai adalah pembahasan yang secara garis besar disepakati semua pihak.

Dalam pokok tanzih, disebutkan kewajiban meyakini bahwa Allah bukan jauhar, bukan jisim, bukan Aradl dan tidak berada dalam arah. Ini adalah pokok yang ditentang habis oleh para mujassimah yang menyangka bahwa Allah itu jisim.

Dalam pokok Itsbat, disebutkan kewajiban meyakini bahwa Allah istawa atas Arasy, bisa dilihat di akhirat, melihat, mendengar dan berkalam. Ini adalah pokok akidah yang ditentang habis oleh para mu’atthilah yang menyangka Allah tidak punya sifat apa pun.

Mereka yang terpapar tajsim selalu mempermasalahkan pokok tanzih di atas sebab menyangka tidak mungkin yang ditanzih seperti itu wujud dan bersifat. Sedangkan mereka yang terpapar ta’thil mempermasalahkan pokok Itsbat. Bingunglah kedua korban aliran sesat itu karena akal mereka tidak tercerahkan.

Jadi, kalau ada wahabi yang menyangka bahwa Asy’ariyah menafikan istiwa’ atau sering mengesankan bahwa sifat mendengar, melihat dan dapat dilihat di akhirat bertentangan dengan pokok tanzih. Maka sejatinya mereka sedang di kubu mujassimah atau terpapar akidah tajsim.

Biasanya mereka tidak membaca akidah Asy’ariyah dari buku Asya’irah sendiri tapi dari buku-buku para masyayikh yang juga tidak tercerahkan atau sengaja menyebar hoax. Agar Asya’irah dan Maturidiyah terlihat jelek.

Abdul Wahab Ahmad

Ketua Prodi Hukum Pidana Islam UIN KHAS Penulis Buku dan Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Pengurus Wilayah LBM Jawa Timur.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *