Akhlak Nabi Muhammad Saw Seperti Pengantin Baru

 Akhlak Nabi Muhammad Saw Seperti Pengantin Baru

Nama ‘Muhammad’ Paling Populer Digunakan di Inggris (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Jika kita membaca Maulid Nabi Muhammad Saw dan telah sampai pada mahalul qiyam atau biasa disebut srakala. Kita akan berdiri dan melantunkan salawat serta pujian kepada junjungan kita itu. 

Salah satu pujian kepada Kanjeng Nabi dalam salawat Ya Nabi Salam ‘Alayka ialah bunyi: Ya ‘arusal khofiqoyni. Oleh para mufassir kalimat tersebut dikatakan sebagai: Duhai Pengantin Barat dan Pengantin Timur.

Ada pula yang mengatakan sebagai: “Duhai Pengantin Dunia dan Pengantin Akhirat. Mengapa akhlaq Kanjeng Nabi itu diumpamakan sebagai pengantin?”

Sebab Rasulullah adalah orang yang tenang, santun, murah senyum, lembut dalam perkataan. Ramah dalam menyambut siapa saja, serta sangat dermawan terutama dalam memberikan makanan dan minuman. 

Tidak ada satupun sahabat yang pernah menyaksikan Kanjeng Nabi menguap. Tidak pernah satu sahabatpun menyaksikan Kanjeng Nabi berkata kasar. Tidak ada satupun Sahabat yang menyaksikan Kanjeng Nabi ‘sok tahu atau sok benar’ sendiri. 

Setiap ucapan, setiap solah bowo (gesture tubuh), dan manner (perilaku) beliau menunjukkan kesempurnaan yang begitu indah. Persis dengan para pengantin. Hanya bedanya, kalau Kanjeng Nabi Muhammad Saw berlaku demikian secara istiqamah seumur hidupnya.

Sebagian besar pengantin berlaku demikian hanya ketika dipajang di pelaminan saja. Kita sebagai pengikut Kanjeng Nabi Saw, hendaklah sebisa mungkin meneladani salah satu pujian ini. Tidak hanya rajin melantunkan melainkan dileburkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. 

Ya Nabi salam ‘alayka  

Ya Rosul salam ‘alayka 

Ya Habib salam ‘alayka 

Sholawatullah ‘alayka 

Ya Habibi Ya Muhammad 

Ya ‘Arusal Khofiqoyni 

Ya Muayyad Ya Mumajjad 

Ya Imamal Qiblataini.  

Shollu alan Nabi Muhammad…

Shuniyya Ruhama

Pengajar Ponpes Tahfidzul Quran Al Istiqomah Weleri-Kendal

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

20 − eleven =