Akhiri Polirisasi, Gus Ulil: Intelektual Jangan Terlibat Dukung Mendukung

 Akhiri Polirisasi, Gus Ulil: Intelektual Jangan Terlibat Dukung Mendukung

Gus Ulil (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Cendikiawan muslim Ulil Abshar Abdalla angkat suara soal fenomena polirasasi politik yang begitu tajam di Indonesia. Menurutnya, polarisasi yang saat ini harus segera diakhiri.

Lantas bagaimana untuk mengakhiri polarisasi tersebut? Gus Ulil sapaan akrab Ulil Abshar Abdalla menilai salah satunya adalah kaum terdidik atau intelektual diminta untuk tidak terlibat lagi dalam politik dukung mendukung.

Bagi Gus Ulil, dengan tidak terlibatnya para kaum intelektual yang ikut serta dalam dukung mendukung di Pilpres, disebutnya bisa memberikan kontribusi terhadap polarisasi. Menurutnya polarisasi politik yang sedang menggejala di Indonesia tidak bisa dibiarkan.

Karenanya, ia menganjurkan agar politik dukung mendukung di kalangan intelektual harus diakhiri. Dengan catatan, kata Gus Ulil, jika intelektual yang bersangkutan termasuk bagian dari partai disebutnya sebagai pengecualian.

Hal itu disampaikan Gus Ulil melalui unggahan twittnya di akun Twitter pribadinya @ulil. Dilansir, Jumat, 18 Juni 2021, twitt Gus Ulil ini mendapat banyak tanggapan dari para pengguna media sosial.

“Untuk pemilu mendatang, saya menganjurkan agar kaum terdidik/intelektual untuk tidak terlibat dalam “politik dukung-mendukung” di pilpres. Itulah kontribusi “kecil” kaum terdidik untuk mengakhiri polarisasi politik seperti dalam pilpres yang lalu,” tulis Gus Ulil.

“Kalau Anda di partai, ya monggo,” sambungnya.

Sebagai informasi, pasca pemilihan presiden tahun 2019 silam, wajah Indonesia dihadapkan pada situasi polarisasi yang akut. Di mana situasi ini membuat sesama anak bangsa terbelah.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

10 − seven =