Adat Nganggung Makan Bersama di Bangka

 Adat Nganggung Makan Bersama di Bangka
Digiqole ad

Nganggung merupakan tradisi makan bersama masyarakat Kabupaten Bangka yang membawa satu dulang dari satu rumah ( keluarga ) dengan isi berbagai panganan yang tertutup tudung saji. Masyarakat berkumpul disatu lokasi kemudian melakukan doa Bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat ataupun imam masjid kampung, barulah kemudian isi dulang disantap.

Nganggung juga di sebut dengan adat Sepintu Sedulang karena Dulang yang dibawa dari satu rumah. Begitu kuatnya adat ini di Bangka sehingga juga menjadi nama lain dari Kabupaten Bangka, yakni bumi Sepintu Sedulang. 

Nganggung digelar pada saat perayaan hari-hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Miraj, menyambut tamu penting, maupun ada warga kampung yang meninggal dunia maka warga setempat membawa dulang dengan berisi berbagai pengamanan ke masjid saat perayaan 3 hari, 7 hari, 25 hari, 40 hari, 100 hari warga meninggal dunia. 

Adat ini merupakan cerminan dari kegotongroyongan masyarakat setempat, dalam kebersamaan ketika perayaan hari besar Islam, menerima tamu penting, maupun ada warga sedang berduka yakni meninggal dunia. 

Tidak ada literatur yang jelas kapan dimulainya Nganggung mulai digelar di kabupaten Bangka, namun hingga saat ini adat Nganggung tetap dipertahankan.

Sebagai mana dikutip dari Kompasiana.com Pemerintah Kabupaten Bangka mengambil bentuk tudung saji yang menutup dulang, dijadikan bentuk atap bagian depan kantor Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) hingga kantor kelurahan. 

Pelestarian dari Nganggung itu sendiri terus dilakukan melalui himbauan yang di sampaikan Pemkab Bangka agar masyarakat tidak merubah dulang sebagai wadah membawa berbagai penganan itu dengan wadah lain seperti rantang, kotak serta wadah lainya mengingat ditemukan ketika Nganggung di gelar terdapat masyarakatnya yang tidak lagi menggunakan dulang. 

Museum Rekor Indonesia ( MURI ) pernah menganugrahkan penghargaan pada gelaran Nganggung dengan kategori jumlah dulang terbanyak hingga mencapai belasan ribu dulang yang dilaksanakan  di gelarnya Nganggung di desa Kemuja, kecamatan Mendo Barat.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × five =