8 Hal Tentang Timur Tengah Yang Sering Disalahpahami Orang Indonesia

 8 Hal Tentang Timur Tengah Yang Sering Disalahpahami Orang Indonesia

8 Hal Tentang Timur Tengah Yang Sering Disalahpahami Orang Indonesia

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Antropolog Budaya di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi, Sumanto Al Qurtuby membeberkan 8 hal yang sering disalahpahami orang Indonesia tentang Timur Tengah.

“Banyak orang Indonesia yang salah paham tentang beberapa hal menyangkut dunia Timur Tengah,” ungkap Sumanto Al Qurtuby di laman Facebooknya dikutip Hidayatuna.com, Jumat (10/7/2020).

8 Hal Tentang Timur Tengah Yang Sering Disalahpahami Orang Indonesia

Pertama, kata Sumanto, orang Indonesia kerap menganggap kalau Timur Tengah hanya dihuni oleh bangsa Arab saja. Padahal, ada sejumlah bangsa lain di Timur Tengah: bangsa Turki, Persi, Kurdi, Berber, Yahudi, Assyria, Azeri, Druze, dan lain sebagainya.

“Ini belum termasuk penduduk migran kontemporer dari berbagai suku-bangsa di Asia Selatan, Asia Tenggara, atau Afrika yang juga banyak populasinya. Dulu, kawasan ini tidak didominasi oleh bangsa Arab. Bangsa Arab mendominasi kawasan ini seiring dengan ekspansi Islam melalui sejumlah monarki sejak abad ketujuh Masehi,” jelasnya.

Kedua lanjut dia, orang Indonesia kerap beranggapan bahwa Timur Tengah hanya dihuni oleh Muslim.

“Padahal, banyak umat agama non-Muslim di sini: Katolik, Protestan, Yahudi, Yazidi, Bahai, Mandaeisme, Babisme, Yarsanisme, Samaritanisme, Druizme, Zoroastrianisme, Hinduisme, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Selanjutnya kesalahpahaman tentang Timur Tengah yang ketiga adalah menganggap kalau orang-orang di Timur Tengah berbahasa Arab. Padahal, selain bangsa Arab, mereka menggunakan bahasa etnis/bangsa mereka masing-masing.

“Keempat, mereka menganggap pohon kurmah hanya tumbuh di kawasan Arab Timur Tengah. Padahal, pohon ini juga tumbuh di Israel (“kurmah Yahudi”) atau kawasan Afrika (“kurmah hitam” atau “black kurmah”).

Kelima, mereka menganggap abaya & cadar hanya dipakai perempuan Muslimah Arab Timur Tengah. Padahal, bisa dipakai siapa saja kalau mau, termasuk perempuan Yahudi & Kristen ortodoks.

Keenam, mereka menganggap semua perempuan Muslimah di Timur Tengah berhijab. Padahal, ada banyak yang tidak berhijab bahkan ada yang tidak mewajibkan hijab seperti perempuan Muslimah Alawi di Suriah.

Ketujuh, mereka menganggap semua anak-anak perempuan berjilbab & berhijab. Padahal, tidak ada ceritanya anak-anak sampai remaja berjilbab apalagi berhijab. Hanya perempuan Muslimah dewasa yang mengenakannya, kalau mau tentunya.

Kedelapan, mereka menganggap Timur Tengah kawasan kaya. Padahal, di luar kawasan “Arab Teluk”, banyak sekali daerah miskin dan mengkhawatirkan organisasi kesehatan, pangan dan pendidikan PBB.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

16 + 14 =