Cancel Preloader

7 Golongan yang Kelak Akan Masuk Surga

 7 Golongan yang Kelak Akan Masuk Surga

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Surga merupakan tempat yang sangat diingingkan dan juga didamba-dambakan bagi kaum muslim di seluruh dunia. Surga merupakan tempat terakhir bagi kaum muslim untuk bersinggah selam-lamanya.

Dalam Alquran dan Hadis banyak dijelaskan mengenai keindahan, kemuliaannya dan orang-orang yang kelak masuk surga.

Di dalam kitab wasiyatul musthofa Rasulullah bersabda, “Tujuh golongan umatku yang berada di surga. Pertama, pemuda yang bertaubat. Kedua, orang yang bersodaqoh secara sembunyi-sembunyi. Ketiga, orang yang senantiasa shalat dhuha. Keempat, orang yang lebih ringan kehilangan harta dibandingkan shalat sendirian bersama imam. Kelima, orang yang meneteskan air mata karena takut kepada Allah Swt. Keenam, orang yang bergaul bersama Ulama mengikuti pengajiannya.”

Inilah 7 golongan yang kelak akan masuk surga.

Pemuda yang Bertaubat

Taubat merupakan media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah SWT. memerintahkan dalam hal taubat ini berupa taubat yang semurni-murninya.

Sebagaimana firman-Nya dalam suart At Tahrim (66) ayat 8 yang artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya.” (Q.S. At Tahrim (66) : 8).

Nabi Muhammad Saw, meskipun terjaga dari hal-hal yang buruk (maksum), tetap bertaubat dan mohon ampun kepada Allah SWT. Apalagi bagi kita yang bukan siapa-siapa.

Taubat tidak harus menunggu kita berbuat kesalahan yang besar. Sebaiknya kita sering-sering bertaubat karena pada dasarnya manusia tanpa disadari setiap hari sering melakukan keburukan. Orang yang bertaubat Allah masukkan ke surganya kelak.

Orang yang Bersedekah Secara Diam-diam

Membantu orang lain merupakan kewajiban bagi makhluk sosial. Dalam Islam pun juga sama, yaitu salah satu bentuk dari membantu orang lain ialah dengan bersedekah.

Dalam bersedekah, Islam tidak membatasi banyak sedikitnya uang atupun barang yang disedekahkan.

Sedekah lebih utama dilakukan dengan cara diam-diam, artinya tidak harus mencolok apalagi di unggah ke media sosial karena hal itu akan mengurangi pahala sedekah kita.

Lebih ditakutkan lagi adalah apabila kita mempublikasikan hal-hal baik yang kita lakukan. Diantaranya sedekah, dikhawatirkan timbul rasa ujub dan riya’.

Orang yang Melaksanakan Salat Duha

Hukum dari salat duha sendiri ialah sunah mu’akad yang artinya sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Salat duha juga sering digadang-gadang sebagai salah satu amalan yang bisa memperlancar rezeki kita.

Salah satu keutamaan salat dhuha bagi orang yang melaksanakannya ialah kelak dia akan dimasukan surga.

Orang yang Lebih Rela Kehilangan Harta Daripada Ketinggalan Salat Jemaah

Golongan keempat dan kelima ialah orang yang rela kehilangan harta benda ketimbang lalai dalam salat berjemaah. Mengapa demikian?

Ternyata salat jemaah pahalanya lebih tinggi daripada salat sendiri (munfarid). Salat jemaah juga sebagai simbol kerukunan dan persaudaraan bagi umat Islam, begitu juga sebagai pemersatu umat Islam.

Pembiasaan sifat yang dimiliki orang-orang dalam golongan ini bisa kita lihat secara mayoritas ada di Arab Saudi. Pada waktu salat, para penjual di sekitar sana akan menutup toko mereka untuk melaksanakan salat maupun menghormati waktu salat. Maupun untuk menghormati orang yang melaksanakan salat.

Hal tersebut menandakan bahwa urusan duniawi atau harta benda tidaklah seberat salat mereka. Terlebih jika dilakukan secara berjemaah, entah di masjid, musala, atau rumah-rumah bersama keluarga mereka.

Sebab salat jemaah tidak harus dilakukan di masjid, artinya salat jemaah itu tidak membutuhkan tempat khusus dalam pelaksanaannya. Selain keutamaan yaitu pahalanya tinggi bagi orang melakukan jemaah, keutaman lain dari  salat jemaah adalah dijauhkan dari api nereka.

Nabi bersabda, “Barangsiapa mengerjakan salat selama empat puluh hari dengan berjamaah dan mendapati takbir pertama. Maka dicatat baginya dua kebebasan. Kebebasan dari api neraka dan kebebasan kemunafikan,”.

Orang yang Mengalirkan Air Matanya Karena Rasa Takut Terhadap Allah

Tidak jarang kita melihat orang yang berlinang air matantanya pada saat berdoa. Hal itu menandakan bahwa orang itu tulus dalam doanya. Mereka menangis bukan karena harta akan tetapi mereka menangis karena terhanyut dalam doa mereka. Menangis karena cinta mereka kepada Allah dan juga takut akan dosa-dosa yang telah mereka lakukan.

Rasulullah bersabda, “Setiap mata akan menangis di hari kiamat kelak, kecuali mata yang menangis karena takut kepada Allah, mata yang terpelihara dari hal-hal yang diharamkan Allah, serta mata yang berjaga di jalan Allah.”

Orang yang Duduk Bersama dengan Ulama

Ulama adalah pewaris nabi. Beruntung bagi orang yang dekat dengan para ulama karena hidupnya akan lebih terarah dan akan mendapat berkah.

Bahkan di dalam kita hikam Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya termasuk tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah direndahkannya para ulama dan diangkatnya orang jahat.”

Hal ini menandakan bahwa para Ulama memiliki peran besar dalam kelangsungan hidup manusia di bumi ini. Sebab, apabila tidak ada Ulama maka kita akan kebingungan dalam menuntut ilmu agama. Kesulitan mendapatkan pembimbing supaya mengetahui antara dengan yang benar dan yang salah.

Kholil Chusyairi

Kholil Chusyairi

https://hidayatuna.com

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta dan Reporter di Intis Pers

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × 2 =