7 Amalan yang Membuat Malaikat Jibril Ingin Menjadi Anak Adam

 7 Amalan yang Membuat Malaikat Jibril Ingin Menjadi Anak Adam

Ciri-ciri hamba Allah yang sejati (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Manusia merupakan makhluk paling mulia diantara makhluk ciptaan Allah lainnya. Bukan hanya fisik saja, manusia juga diberi anugerah sebuah akal, kasih sayang, nafsu dan lainnya.

Itulah sebabnya hidup manusia tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Semua itu tergantung bagaimana ia menggunkan dan memelihara anugrah dari Allah swt.

Saking sempurnanya manusia, ia bisa menjadi seperti malaikat bahkan lebih mulia daripada malaikat. Misalnya dengan melakukan semua yang diperintah oleh Allah dan meninggalkan semua yang terlarang.

Sementara malaikat tidak bisa menjadi seperti manusia. Sebab Manusia mempunyai akal, nafsu, dan perasaan sedangkan malaikat tidak. Hal itu yang menjadi perbedaan mendasar antara manusia dan malaikat.

Di dalam sebuah riwayat Rasulullulah Saw di dalam kitab Washiyytul Musthofa,yang dikarang oleh  Syaikh Imam Abdul Wahhab Asy-Sya’roni, hal 5:

يَا عَلِيُّ، تَمَنَّى جِبْرِيْلُ أَنْ يَكُوْنَ مِنْ بَنِيْ آدَمَ لِسَبْعِ خِصَالٍ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ مَعَ الْإِمَامِ وَمُجَالَسَةِ الْعُلَمَاءِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيْضِ وَتَشْيِيْعِ الْجَنَازَةِ وَسَقْيِ الْمَاءِ وَالصُّلْحِ بَيْنَ الْإِثْنَيْنِ وَإِكْرَامِ الْجَارِ وَالْيَتِيْمِ فَاحْرِصْ عَلَى ذَلِكَ

“Wahai ‘Ali, Jibril pernah berharap untuk menjadi anak adam (manusia) di sebabkan 7 perkara, yaitu: salat 5 waktu berjemaah, berkumpul dalam majelis ulama, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, memberi minum orang yang membutuhkan, mendamaikan 2 orang yang berselisih, memuliakan tetangga dan menjaga anak yatim, untuk itu peliharalah ke tujuh hal tsb.

Meskipun deemikian tentu saja kita sudah mengetahui bahawa pada dasarnya malaikat itu mempunyai sifat “bersih dari sifat-sifat manusia”. Lalu mengapa malaiakt Jibril ingin menjadi manusia?

Berikut ini adalah 7 amalan yang membuat malaikat Jibril ingin menjadi anak adam agar bisa beribadah kepada-Nya.

1. Salat 5 waktu berjamaah

Tidak dapat dipungkiri bahwa salat adalah tiangnya agama bagi manusia, dan menjadi ciri pokok umat islam. Dalam sebuah bangunan sangatalah penting adanya sebuah tiang yang kokoh, supaya bisa menyangga semua hal diatasnya. Begitu juga dengan salat, baik buruknya sesorang itu terlihat bagaimanakah cara dia salat.

Salat fardhu itu lebih utama dilakukan dengan cara berjamaah, bahakan Rasulullah SAW Bersabda :

صَلَاةُ الْجَمَا عَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَ عِسْرِيْنَ دَرَجَةً

“Salat jemaah lebih utama duapuluh tujuh derajad daripada salat sendirian.”

2. Duduk bersanding dengan para ulama

Dengan mencintai ulama, manusia akan mendapatkan keberkahan dan kebaikan karena ulama merupakan orang-orang yang melanjutkan perjuangan para nabi yang berlandaskan Alquran dan Hadis. Inilah yang membuat Malaikat Jibril ingin menjadi anak Adam.

3. Menjenguk orang sakit

Sebagai makhluk sosial sudah sepantasnya saling menolong antara sesama, apabila ada yang kesusahan maka wajib bagi kita membantunya. Salah satunya yaitu dengan cara menjenguk saudara seiman kita pada saat sakit, menjenguk orang yang sakit merupakan perbuatan mulia dan terdapat keutaamanya tersendiri. Salah satu dengan menjenguk orang yang sakit kita secara tidak langsung akan mempererat tali persaudaraan sesama manusia.

4. Mengiringi jenazah

Kematian sudah wajar akan datang pada semua manusia, baik dalam keadaan siap ataupun belum siap. Mengurus orang yang sudah mati atau jenazah merupakan kewajiban kita bagi yang masih hidup.

Hukum dari mengurus jenazah sendiri adalah Fardlu kifayah, artinya apabila salah satu dari penduduk daerah sudah melaksanakannya maka gugurlah kewajibannya.

Pada dasarnya hukum mengantar jenazah tidaklah wajib bagi manusia karena yang pokok dari kewajiban ini adalah mengkafani, mensalati dan mengubur. Akan tetapi dalam mengiringi jenazah sendiri terdapat keutamaan tersendiri yaitu seperti halnya sabda Nabi.

“Barangsiapa yang mengiring jenazah seorang muslim dengan sebuah keimanan dan mencari ridha Allah. Orang itu mengiringi jenazah sampai salat dan sampai menguburkannya, ia pulang membawa pahala dua qirath. Setiap qirath itu sama dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa yang mensalati lalu pulang sebelum dimakamkan, dia pulang dengan membawa satu qirath.” (HR Bukhari: 47)

5. Memberi minum orang lain

Hal ini bisa diartikan bukan hanya minum saja, akan tetapi saling menolong antar sesama manusia dalam hal apa pun (kebaikan).

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim lainnya disebutkan, “Suatu saat ada seekor anjing yang berputar-putar di sekitar sumur yang hampir mati karena kehausan. Kemudian, ada seorang pelacur dari Bani Israil yang melihat anjing itu. Lalu ia melepas sepatunya dan mengambilkan air untuk anjing itu, dan ia pun meminumkannya kepada anjing itu. Maka, diampunilah dosa orang itu lantaran perbuatannya itu.” (Bukhari dan Muslim) .

6. Mendamaikan 2 orang yang berselisih

Menjaga tali silaturahim sudah sepantasnya dilakukan oleh manusia beriman, khususnya kaum muslimin. Apabila ada orang yang saling berselisih mengenai suatu hal, hendaklah kita menjadi pihak penengah, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Seperti perkelahian dan lain sebagainya.

7. Memuliakan tetangga dan menjaga anak yatim

Memuliakan tetangga adalah hal yang sangat mulia yang mudah dilakukan manusia, misalnya dengan cara menjamui tetangga dan memperlakukannya dengan baik. Bisa juga dengan memberi makanan atau cemilan kepada tetangga apabila kita mempunyai rizki yang lebih. Atau membawakan oleh-oleh pada saat kita pulang dari luar kota.

Memelihara anak yatim adalah suatu kebajikan yang sangat besar dan berarti. Sebab dengan memelihara anak yatim kita akan menyelamatkan anak-anak itu dari jurang pnderitaan yang sangat dalam yaiutu kesepian.

Rasulullah Saw bersabda, “Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

Itulah 7 amalan yang membuat Malaikat Jibril ingin menjadi anak Adam. Sebagai makhluk yang diciptakan secara sempurna, sudah selayaknya manusia bersyukur. Bercermin dari tulisan ini, semoga kita menjadi makhluk yang selalu tunduk pada perintah-Nya dan bersujud menyembahnya.

Kholil Chusyairi

https://hidayatuna.com

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta dan Reporter di Intis Pers

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × four =