Cancel Preloader

5 Masjid Jogja Ini Selalu Ramai, Wajib Anda Kunjungi!

 5 Masjid Jogja Ini Selalu Ramai, Wajib Anda Kunjungi!

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Terkenal sebagai kota pelajar, Jogja memiliki banyak lembaga pendidikan hingga segudang sejarah. Tak terkecuali masjid sebagai bangunan sejarah Islam dan pesantren-pesantren.

Masjid-masjid di Jogja selalu ramai dikunjungi orang, baik dari dalam Jogja sendiri, maupun dari luar kota hingga mancanegara. Bukan hanya penasaran dengan keunikan bangunannya, tetapi banyak dari pengunjung yang ingin belajar Islam lebih dalam.

Di Jogja, masjid tak hanya sebagai rumah ibadah yang khusus menyelenggarakan salat, namun juga sebagai tempat belajar ilmu keagamaan. Berbagai kegiatan pengajian atau kajian agama rutin digelar.

Bahkan di setiap tahunnya, selama Ramadhan sebelum pandemi, masjid di Jogja tak pernah sepi. Euforia menyambut bulan suci pun kental di sana. Baik di kota maupun di desa-desa atau perkampungan warga.

Tak heran bila banyak mualaf yang akhirnya mengikrarkan kalimat syahadat secara khusus di masjid Jogja. Atau menemukan cahaya Islam ketika menempuh pendidikan hingga perjalanan spiritual di Jogja.

Inilah 5 masjid di Jogja yang selalu ramai dikunjungi orang-orang, hingga wisatawan dan kaya dengan aktivitas.

Masjid Soko Tunggal

Sebagai kerajaan Islam yang memiliki sejarah cukup panjang, Keraton Ngayogyakarta memiliki beberapa peninggalan masjid yang tersebar di wilayah Jogja. Salah satunya ialah Masjid Soko Tunggal ini yang cukup unik.

Masjid Keraton Soko Tunggal ini terletak di kompleks Keraton Kesultanan Yogyakarta, jalan Taman 1, No. 318, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Tepat di depan pintu masuk obyek wisata Taman Sari.

Masjid Soko Tunggal memiliki keunikan karena hanya memiliki satu buah soko guru atau tiang penyangga utama. Biasanya bangunan berkonsep Jawa disangga oleh minimal empat batang saka guru.

Menurut prasasti yang tertera pada dinding depan, Masjid Keraton Soko Tunggal diresmikan pada hari Rabu Pon tanggal 28 Februari oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Selain bangunannya yang unik, perasaan tennag juga akan Anda dapatkan di masjid ini. Baik saat salat maupun beristirahat karena cukupĀ adem, sehingga salat pun akan lebih khusyuk.

Pengurus masjid juga menyediakan tempat khusus untuk jemaah beristirahat siang, atau mereka yang dari luar kota dengan melakukan perjalanan jauh.

Masjid Jenderal Sudirman (MJS)

Masjid ini terletak di jalan Rajawali, Demangan Baru No.10, Mrican, Caturtunggal, Jogja. Siapa sangka jika di tengah-tengah komplek, yang lingkungannya cukup modern terdiri dari cafe-cafe ini ternyata berdiri kokoh bangunan masjid dengan kekayaan intelektual.

Bukan hanya bangunannya yang juga unik, namun banyak hal yang bisa Anda dapat ketika mengunjungi masjid ini. Ada banyak agenda kajian Islam yang digelar setiap harinya. Misalnya, Ngaji Filsafat yang kondang dengan Fahruddin Faiz-nya itu, Ngaji Kitab, Sirrah Nabawiyyah, dan lainnya.

Sebelum pandemi, setiap malam, masjid ini pasti akan selalu ramai oleh jemaah maupun orang-orang yang rela datang dari jauh bahkan luar kota. Selesai isya’, mereka melanjutkan kegiatan mengkaji ilmu agama yang disampaikan ustaz-ustaz di sana.

Pun saat bulan suci Ramadhan, pengurus masjid menggelar kegiatan Ngabubu-read dengan menghadirkan banyak narasumber. Tentunya yang beda dari lainnya ialah bazar buku, jika setiap Ramadhan lingkungan masjid selalu dipenuhi dengan pedagang takjil. Lain halnya dengan MJS.

Namun tak perlu khawatir, ketika mengikuti kajian Islam di masjid ini, Anda akan disuguhi camilan dan teh hangat khas buatan takmir masjid. Jika Anda ingin bersantai-santai sambil membaca buku, bisa mampir ke Perpustakaan MJS di asrama takmir.

Masjid Jogokaryan

Masjid satu ini memang selalu ramai saat Ramadhan, di luar itu pun juga selalu digelar kajian Islam. Bahkan, masjid yang terletak di Mantrijeron, Jogja ini pernah menyelenggarakan salat Jumat dengan jemaah yang sampai ke jalan-jalan.

Di sisi lain, keunikan dan ke-khasan masjid Jogokaryan ini ialah uang kasnya yang selalu Nol ketika diumumkan saat salat Jumat maupun salat ied. Inilah yang banyak mengejutkan banyak orang hingga penasaran dan ingin datang ke sana.

Wajar saja, setiap hari Jumat dan bulan Ramadhan, masjid Jogokaryan selalu menyediakan makan siang dan menu buka puasa secara gratis. Di samping itu, mereka meyakini bahwa apa yang menjadi titipan masyarakat harus disampaikan untuk kemaslahatan umat.

Bila Anda kebetulan datang ke masjid ini, perlu juga mengikuti kajian Islam. Ilmu agama dapat, Anda pun bisa dengan mudah bertemu ustaz kondang yang biasa muncul di media sosial atau layar kaca.

Masjid Suciati Saliman

Terbilang jauh dari keramaian, masjid di sudut Jogja cenderung dekat ke arah Magelang ini menyimpan keindahannya tersendiri. Bangunannya jangan ditanya lagi, sudah pasti indah nan megah.

Alih-alih kental dengan nuansa Jawa seperti 3 masjid di atas, masjid yang terletak di jalan Gito Gati, Sleman ini bergaya campuran. Yakni perpaduan antara Jawa dan Timur Tengah.

Kultur Timur Tengah tampak dari desain pintu yang berlapis emas di sepanjang tepi pintu. Sama persis dengan pintu Masjid Nabawi di Madinah. Secara umum desain bangunan masjid memang hampir menyerupai Masjid Nabawi.

Sedangkan kultur Jawa didapat dari desain atap berbentuk limas. Masjid Suciati juga memiliki bedug yang ditabuh sebagai penanda waktu salat. Ini identik sekali dengan budaya Jawa yang selalu menabuh bedug saat tiba waktu salat.

Masjid ini memiliki aktivitas kajian yang juga patut Anda ikuti. Sebelum pandemi, begitu padat jemaah yang datang. Baik untuk salat maupun mengikuti kajian.

Masjid Syuhada Kotabaru

Masjid Syuhada,merupakan sebuah bangunan masjid bersejarah di daerah Kotabaru, Jogja. Nama “Syuhada” diambil dari bahasa Arab yang artinya “pejuang”.

Banyak orang dan wisatawan yang penasaran dengan masjid ini karena sejarahnya. Semangat kemerdekaan dan mengenang para pejuang-lah yang melahirkan masjid ini.

Kawasan Kotabaru dulunya memang kawasan yang sengaja diperuntukkan bagi warga kolonial dan bangsawan. Perkembangannya pun cukup pesat. Kawasan tersebut diberi fasilitas pendukung yang istimewa, khususnya bagi mereka yang dominan menempati kawasan Kotabaru.

Atas perkembangan dan semangat perjuangan kemerdekaan waktu itu, komposisi penduduk di Kotabaru pun berubah. Warga muslim mulai mendominasi sehingga semangat untuk mendirikan tempat ibadah sendiri menjadi besar.

Selain bangunan ibadah juga dilengkapi dengan bangunan pendukung seperti perpustakaan hingga lembaga pendidikan formal sampai perguruan tinggi. Bahkan Yayasan Masjid Syuhada juga memiliki lembaga zakat, lembaga keuangan serta koperasi yang dikelola secara mandiri. Inilah yang semakin menarik orang-orang untuk beribadah dan melakukan wisata sejarah di masjid ini.

Itulah 5 masjid yang selalu ramai dikunjungi orang saat ke Jogja. Ternyata masjid memang pusat dari segala aktivitas, tidak hanya salat melainkan juga pendidikan formal-nonformal maupun keagamaan ada di dalamnya. Anda wajib mengunjungi masjid-masjid di atas setelah pandemi usai bila pas ke Jogja.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

four + sixteen =