5 Fakta Menakjubkan Gerhana Matahari Cincin pada Zaman Rasulullah

 5 Fakta Menakjubkan Gerhana Matahari Cincin pada Zaman Rasulullah

5 Fakta Menakjubkan Gerhana Matahari Cincin pada Zaman Rasulullah

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Fenomena Gerhana Matahari Cincin akan terjadi besok 21 Juni 2020 dan bisa dilihat di 432 kota/kabupaten di 31 provinsi seluruh Indonesia.

Gerhana matahari cincin terjadi mulai pukul 13.16 WIB di aceh hingga terakhir dapat disaksikan di Sulawesi Utara pada pukul 17:31 WIB.

Sejarah mencatat ternyata fenomena Gerhana Matahari Cincin juga pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW, berikut 5 faktanya :

1. Terjadi pada pada 27 Januari 632 Masehi

Kepala Lapan Prof Thomas mengatakan Hasil analisis astronomis menunjukkan, Gerhana Matahari Cincin pada Zaman Rasulullah terjadi pagi hari tanggal 27 Januari 632 M atau menjelang awal Dzulqaidah 10 Hijriah. Dimana saat itu Madinah mengalami gerhana matahari sebagian dengan kegelapan sekitar 85 persen.

2. Satu-satunya Gerhana Matahari yang Terjadi Setelah Nabi Hijrah

Selama Rasulullah hidup terjadi lima kali gerhana matahari di Makah dan Madinah. Empat gerhana terjadi di makkah sebelum hijrah dan yang terakhir yaitu gerhana Matahari Cincin terjadi di Madinah.

3. Momen Pertama dan Terakhir kali Rasul Melakukan Shalat Gerhana

Shalat Gerhana inilah yang diriwayatkan oleh banyak sahabat dan dilaksanakan secara berjamaah, serta menjadi momen shalat gerhana Pertama dan Terakhir Rasulullah sebab 4 bulan setelahnya beliau wafat.

4. Bertepatan dengan Hari Wafatnya Putra Rasulullah

Gerhana Matahari Cincin ini terjadi pada hari yang dimana Ibrahim putra Rasulullah SAW wafat pada usia 17 bulan. Sehingga para sahabat mengira bahwa matahari ikut bersedih karena wafatnya putra Rasulullah.

5. Diabadikan dalam Hadis Bukhari

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ قَالَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ كَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ فَقَالَ النَّاسُ كَسَفَتْ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ

Artinya : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Al Qasim berkata, telah menceritakan kepada kami Syaiban Abu Mu’awiyyah dari Ziyad bin ‘Alaqah dari Al Mughirah bin Syu’bah berkata, “Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terjadi gerhana matahari, yaitu di hari meninggalnya putera beliau, Ibrahim. Orang-orang lalu berkata, “Gerhana matahari ini terjadi karena meninggalnya Ibrahim!” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka shalat dan berdoalah kalian kepada Allah.”

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × five =