5 Cara Membersihkan Najis

 5 Cara Membersihkan Najis

Air wudhu dan keutamaannya (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak pernah terlepas dari yang namanya najis, baik itu najis kecil maupun najis besar. Adapun keutamaan membersihkan najis yang paling pokok ialah dihilangkan dengan air.

Rasulullah Saw bersabda dalam sebuah riwayat:  

إنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ

 “Innal-maa-a thahurun laa yunajissuhu syai’un.”

Artinya: “Sesungguhnya air itu suci, tidak dapat dinajiskan oleh sesuatu pun.”  

Air telah disifati dengan kesucian, oleh karena itu dengannya benda menjadi suci. Seorang Muslim tidak dianjurkan menggunakan selain air kecuali ada alasan yang dibolehkan syariat.

Untuk itu, terdapat 5 cara lain yang disyariatkan agama dalam memberisihkan najis menurut Abdul Qadhir Muhammad Manshur. Di antaranya sebagai berikut:  

1. Mensucikan pakaian dan badan

Apabila pakaian dan badan terkena najis, maka keduanya dibasuh dengan air sampai wujud najasah tersebut hilang. Jika ia terlihat, seperti darah dan tinja. 

Apabila sudah dibasuh dan masih tersisa bekas yang sulit hilang. Maka syariat telah memaafkannya berdasarkan prinsip raf’ul haraj (dihilangkannya kesempitan). 

Adapun jika najis tersebut tidak terlihat seperti air seni atau pun darah haid, maka pensuciannya cukup dengan membasuhnya sekali saja. 

2. Membersihkan ekor pakaian perempuan

Apabila ekor pakaian perempuan terkena najasah, maka tanah akan membersihkannya. Hal ini sebagaimana yang terekam dalam sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi, Imam Abu Dawud, dan Imam Ibnu Majah. 

Ummu Walad bertanya kepada istri Nabi, Sayyidah Ummu Salamah, “Aku adalah seorang perempuan yang memanjangkan ekor pakaiannya dan berjalan di tempat yang kotor.”

Sayyidah Ummu Salamah pun mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda, “Ia dibersihkan oleh yang setelahnya.” 

3. Membersihkan pakaian dari air seni bayi laki-laki yang masih menyusu

Apabila anak laki-laki yang masih menyusui mengencingi pakaian makan cara pensuciannya adalah dengan menyiramkan air pada tempat yang terkena air seni tersebut. Hal ini sebagaimana sabda Nabi:  

يُغْسَل من بول الجارية، ويُرَشُّ من بول الغلام، 

Yughsalu min buwlil-jaariyati wa yurasyu min bawlil-ghulaami.”

Artinya: “(Pakaian yang terkena) air seni anak perempuan harus dicuci dan (pakaian yang terkena) air seni anak laki-laki cukup disiram.” 

4. Mensucikan pakaian dari madzi

Apabila pakaian terkena madzi maka pensuciannya cukup dengan menyiram tempat yang terkena najasah dengan air. Sahal bin Hanif RA berkata, “Aku dulu mendapatkan kesulitan dan kesusahan dari madzi, Dan, aku sering mandi karenanya. Kemudian aku menceritakan hal itu kepada Rasulullah Saw.”

“Nabi kemudian berkata:  

إِنَّما يجزِئُكَ منْ ذلِكَ الوضوءُ 

“‘Innamaa yujziyka min dzalika al-wudhu-u.”

Artinya: “Sesungguhnya cukup bagimu berwudhu karena hal itu.’ Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana dengan madzi yang mengenai pakaianku?’ Nabi menjawab:  

يكفيكَ أنْ تأخُذَ كفًّا مِنْ ماءٍ فتنضَحَ بِهِ ثوبَكَ حيثُ ترَى أنَّهُ أصابَ مِنْهُ 

Yakfiyka an ta’khudza kaffan min maa-n fatandhaha bihi tsaubaka haitsu tara annahu ashaaba minhu/

“Cukup bagimu mengambil air sepenuh telapak tangan lalu menyiramkannya pada pakaianmu di mana kamu terlihat madzi itu telah mengenainya.”

5. Mensucikan sandal apabila terkena najis

Mensucikan sandal dari najis dengan menggosokannya pada tanah sampai bekas najis hilang. Abu Said meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:  

إذا جاءَ أحدُكُمُ المسجِدَ فليقلِب نعليهِ فلينظُر فيهما خبثٌ؟، فإن وجدَ فيهما خبثًا فليمسَحهما بالأرضِ، ثمَّ ليصلِّ فيهما 

Idza jaa-a ahadukum al-masjida falyaqlib na’laihi wal-yanzhur fihima, fa-in raa-a khabatsan falyamsahhu bil-ardhi tsumma liyushalli fihima.” 

Artinya, “Apabila seorang dari kalian mendatangi masjid maka hendaklah dia membalik kedua sandalnya dan melihat keduanya. Apabila dia melihat kotoran maka hendaklah mengusapkan keduanya pada tanah lalu mengerjakan sholat dengan keduanya.”   

 Begitulah 5 cara menghilangkan najis sesuai dengan syariat. Semoga bermanfaat.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 × five =