4 Hal yang Wajib Anda Perhatikan Agar Mencapai Riyadhah

 4 Hal yang Wajib Anda Perhatikan Agar Mencapai Riyadhah

Level Salih dan Mushlih (Ilust/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Riyadhah disebut juga dengan latihan latihan kejiwaan. Bisa pula diartikan sebagai olahraga. Riyadhah hampir sama dengan Mujahadah.

Menurut ahli bahasa riyadhah artinya pelunakan, pemudahan dan keluasan. Binatang liar seperti kuda atau unta dijinakkan dengan cara cara tertentu sehingga mudah ditunggangi dan dijinakkan.

Ada perbedaan yang signifikan antara riyadhah dan mujahadah. Riyadhah terletak pada penekanannya yakni latihan spiritual guna mengendalikan hawa nafsu. Sedangkan mujahadah terletak pada perjuangan melawan hawa nafsu.

Latihan saja tentu memerlukan perjuangan sehingga perjuangan itu dibarengi dan dikukuhkan dengan latihan-latihan spiritual. Sebab pada akhirnya keduanya bertujuan sama.

Dalam konteks pendidikan, rohani nafsu manusia diibaratkan seperti kuda liar. Oleh karena itu, ia harus menjalani apa yang disebut dengan riyadhah sehingga bisa dijinakkan dan mudah diarahkan ke arah yang benar.

Nafsu yang berhasil diolah melalui olah jiwa akan menjadi luas dan lapang sehingga tidak menyempit, gundah ataupun gelisah. Oleh karena itu, riyadhah dilukiskan degan kalimat  taltif al-qalb (kelembutan hati).

Riyadhah disebut juga mujahadah yang mempunyai tiga tujuan.

  1. Menyingkirkan hambatan-hambatan menempuh jalan spiritual, jalan menuju Allah dan ini ditempuh dengan cara zuhud.
  2. Menundukkan nafs al-ammarah yang selalu mendorong kepada keburukan agar mencapai ketenangan jiwa (an nafs al-muthmainnah) dengan melakukan aneka ibadah yang disertai dengan pemahaman substansinya.
  3. Taltif al-qalb yakni melembutkan jiawa agar mampu menerima cahaya ilahi, hal ini dilakukan dengan perenungan dan penanaman rasa cinta.

Tips Mendapatkan Riyadhah

Seseorang yang ingin melakukan riyadhah atau mujahadah harus mengetahui keesaan Allah melalui nalarnya, maka ia harus mampu menanamkan kehadiran Allah dalam benak dan jiwanya. Keesaan kepada Allah adalah pangkalan tempat bertolak dan pelabuhan tempat bersauh. Kaum sufi berkata: hidup ini untuk kembali kepadanya.

Oleh karena itu, tidak lain tujuan manusia hidup di dunia ini untuk beribadah, sehingga amal yang ia dapatkan di dunia sebagai bekal menuju akhirat. Orang yang ingin melakukan riyadhah senantiasa berdzikir dan berdzikir disini bukan hanya melalui lidah, tetapi berkaitan dengan aktivitas menghadirkan Tuhan dalam setiap aktivitasnya.

Oleh karena itu, orang yang ingin melakukan mujahadah atau riyadhah harus memperhatikan rukun-rukun mujahadah sebagai berikut:

  1. Uzlah

Berarti menyendiri, bukan berarti bahwa seseorang harus bertapa atau meninggalkan hiruk pikuk aktivitas positif. Kalau semuanya bersikap demikian maka siapa yang ingin mengurus masyarakat. Uzlah seperti anjuran Nabi disini lebih bermakna berpaling atau tidak terlibat dalam hal-hal yang buruk dan tidak bermanfaat.

Memang ada saat-saat dianjurkan untuk menyendiri, antara lain sewaktu berdizikir melantunkan wirid sehingga dinamai dzikir khafi sebagaimana yan’rafg terdapat dalam surah al-A’raf [7]: 205.

  1. As-Sukut

Berarti diam, artinya tidak mengucapkan sesuatu yang tidak berguna, yaitu berucap tidak melebihi kadar dan situasi yang dihadapi. Lidah sebagai faktor utama penyebab bencana. Diam ada khusus dan mutlak, diam dalam hal ini seperti mendengar ayat-ayat al-Qur’an atau dzikir dzikir tertentu misalnya khutbah Jum;at.

Jadi konteks diam disini adalah menjaga lidah dari hal-hal yang tidak berguna, dan perkataan yang tidak bermanfaat misalnmya ghibah dan mencaci orang lain.

  1. Al-Ju’ (lapar)

Untuk mencapai puncak pendakian sungguh berat. Penghalang besarnya adalah nafsu, karena itu nafsu harus dikendalikan yakni dengan tidak makan (puasa) dan berhubungan seks. Oleh karena Nabi Muhammad istikomah puasa senin dan kamis. Sesorang yang ingin mencapai puncak riyadhah ia harus sering puasa untuk menahan nafsu.

  1. Ash-Shar

Ash-Shar adalah bangun Malam dalam artian solat tahajjud sebagaimana ang tertera dalam surah al-Muzammil [73]:3.  Tentu saja mujahadah  yang dilakuka di tengah malam ini bukan merupakan target tetapi sarana untuk membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah misalkaya bertafakkur, berdoa, belajar dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, seseorang yang ingin mencapai tingkat riyadhah ia harus melalui empat hal tersebut, tidak akan mungkin riyadhah atau mujahadah tercapai jika empat hal tersebut tidak dilakukan.

Seseorang yang sudah mencapai tingkat riyadhah atau mujahadah ia akan senantiasa tawadhu’ istikomah, selalu ingin beribadah, zuhud dan terakhir adalah mahabbah sebagaimana dilakukan oleh kaum sufi.

Nafilah Sulfa

https://hidayatuna.com/

Penulis adalah santri aktif Pondok Pesantren Ziyadatut Taqwa Pamekasan Madura, dan Mahasiswi Ilmu Alquran dan Tafsir semester akhir di IAIN Madura. Pegiat kajian Feminisme.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

15 − ten =