4 Amalan dan Doa Penangkal Covid-19

 4 Amalan dan Doa Penangkal Covid-19

Benarkah Perempuan yang Salat Jumat Tak Lagi Wajib Salat Dzuhur (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Pandemi Covid-19 belum juga usai, dan sebagai umat muslim kita tidak hanya diharuskan untuk ikhtiar secara fisik tetapi juga spiritual. Sebab segala sesuatu datang dan berasal dari kehendak Allah, maka hanya kepada Allah-lah kita patut untuk meminta dan memohon perlindungan.

Berikut beberapa amalam dan doa penangkal Covid-19:

1. Ijazah Masker Ghaib

Ijazah dari Almaghfurlah KH Muzajjad Faqihuddin (Mbah Jad) Pengasuh Ponpes Pengkol, Warujayeng, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Membaca penggalan ayat dari Surah Yasin berikut:

سَلَامٌ قَوْلاً مِن رَّبٍّ رَّحِيم

Salamun Qoulan Min Rabbi Ar-Rahiim.

Ayat tersebut dibaca sebanyak 8 kali kemudian di tiup ke tangan terus diusapkan ke wajah.

Imam As-Suyuthi juga memeberikan ijazah dengan lafal yang sama untuk menghindarkan dari wabah penyakit. Ijazah tersebut ditulisa dalam kitab Ar Rahmah fi Atthib wa Al Hikmah, beliau menganjurkan untuk membaca sebanyaknya 280 kali setiap hari.

2. Sholawat Tibbil Qulub

Salawat Tibbil Qulub dikenal sebagai salawat penyembuh segala penyakit, termasuk Covid-19. Biasa dilantunkan dan dianjurkan untuk dibaca oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam keadaan pandemi seperti sekarang. Berikut lafalnya:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم

Allahumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa’aafiyatil abdaani wa shifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.

Artinya:

“Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.”

3. Doa Qunut Nazilah

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ, وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافيْتَ, وَتوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ, وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطيْتَ, وَقِنِي شَرَّ مَا قضَيْتَ, فإنَّكَ تَقْضِى وَلا ُيُقْضَى عَلَيْكَ, فإنَّهُ لا يَذِلُُ مَنْ وَالَيتَ, وَلا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ, تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ, أسْتَغْفِرُكَ وَأتُوْبُ إلَيْكَ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allaahumahdinii fiiman hadait, wa ‘aafinii fiiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baariklii fii maa a’thait, wa qinii birahmatika syara maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man walait, wa laa ya ‘izzu man ‘aadait, tabaarakta rabannaa wa ta’aalait, Falakal hamdu ‘alaa maa qadhait, astaghfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallaahu ‘ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa baarik wa sallam”

Artinya:

“Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau berikan petunjuk, dan berilah aku kesehatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan, dan pimpinlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin, dan berilah berkah pada segala sesuatu yang telah Engkau berikan kepadaku,

Dan berilah aku perlindungan dari segala kejahatan yang telah Engkau pastikan, karena sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menentukan (menghukum) atas apa yang Engkau izinkan. Sesungguhnya tidak akan hina orang-orang yang telah Engkau berikan kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia siapa saja yang telah Engkau musuhi.

Segala berkah atas Mu dan segala keluhuran atas Mu. Segala puji bagi Mu atas segala yang Engkau pastikan. Hamba memohon ampunan dan kembali (taubat) pada Mu. dan sholawat, rahmat dan berkah Mu atas Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.”

4. Ijazah KH Husein Muhammad

KH Husein Muhammad merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Cirebon. Beliau memberikan ijazah sebagai bentuk ikhtiar yang berasal dari hadis riwayat Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi. Berikut lafalnya:

 

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahil ladzi la yadhurru ma’as mihi yai’un fil ardhi wala fis sama’i wahuwas sami’ul ‘alim.

Artinya:

“Aku berlindung diri dengan Nama Allah SWT yang dengan-Nya tidak ada suatu apa pun dapat menimbulkan bahaya baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Setelah itu membaca doa berikut:

إِلَهِي أَذْهِبِ البَأْسَ رَبَّ النَّاس . اِشْفِ … أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَآء إلَّا شِفَاءُكَ شِفَآءً لَا يُغَادِرُ سَقَماً. إِلهي أَذْهِبِ الْبِأسَ وَاشْفِ…. يا رَبَّ الناَّسِ بِيَدِكَ الشِّفَأء لاَ كَاشِفَ إِلَّا أَنْتَ يَا رَبَّ العَالَمِين. اللَّهُمَّ إِنيِّ أَسْأَلُكَ مِنْ عَظِيمِ لُطْفِكَ وَكَرَمِكَ أَنْ تَشْفِيَهُ وَتَمدَّهُ باِلصِّحَّة وَالعَافِيَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Ilahi adzhibil ba’sa rabban nasa isyfi… antas Syafi la siyaan illa syifauka syifaan la yughadiru saqaman.

Ilahi adzhibil bi’sa wasyfi… ya rabban nasi biyadikas syafa’u la kasyifa illa anta ya rabbal alamin.

Allahumma inni asaluka min ‘azimi luthfika wa karamika an tasyfiyahu wa tamaddahu bis sihhati wal ‘afiyati innaka ‘ala kulli syai’in qadir.

Artinya:

“Ya Allah, Tuhanku, hilangkan penderitaan/rasa sakit ini. Wahai Tuhan manusia, sembuhkanlah … (sebut nama yang didoakan).

Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tak ada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang sempurna, kesembuhan yang tidak menyisakan penderitaan.

Wahai Tuhanku, hilangkan derita/rasa sakit ini. Sembuhkanlah … (sebut nama yg didoakan). Wahai Tuhan semua manusia, di Tangan-Mu-lah kesembuhan itu. Tak ada yang bisa membebaskan kecuali Engkau. Wahai Tuhan Penguasa Alam Semesta.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari keagungan kelembutan-Mu, dan Kemurahan-Mu. Sembuhkanlah dia. Tolonglah dia menjadi sehat dan selamat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala.”

Semoga dengan mengamalkan doa-doa diatas kita dapat terhindar dari segala penyakit termasuk Covid-19 dan pademi segera berakhir.

Dawamun Niam Alfatawi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eighteen + 4 =