3 Cara Menjemput Jodoh Menurut Quraish Shihab

 3 Cara Menjemput Jodoh Menurut Quraish Shihab

Menjemput jodoh (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ulama pakar tafsir Alquran, Prof M Quraish Shihab menjelaskan ada tiga hal penting dalam menjemput jodoh. Hal itu disampaikan saat kesempatan bincang-bincang bersama sang putri, Najwa Shihab membahas tentang jodoh.

Pendiri Pusat Studi Al Qur’an (PSQ) itu mengibaratkan jodoh adalah individu yang mencari jalan keluar dalam sebuah ruangan labirin. Jika yang dicari tak kunjung ketemu, maka mau tak mau individu itu harus mencari ke bagian lain sampai yang ia tuju ketemu.

“Jadi, jangan menunggu jodoh. Tapi jemputlah. Itu penting,” kata Quraish Shihab dalam tayangan YouTube Najwa Shihab dikutip Selasa (23/11/2021).

Ia juga mengingatkan kalau jodoh tetap harus dijemput dengan ikhtiar lantaran keberadaannya sudah Allah siapkan.

“Namun, jika masih didapati kesulitan dalam menemukannya, ada tiga hal yang perlu dipersiapkan untuk menjemputnya,” ujarnya.

Penarik Jodoh: Penampilan, Ilmu, dan Ekonomi

“Pertama, penampilan yang menarik dan berwibawa. Tidak hanya sebatas wajah, karena ada yang menarik, tapi tidak berwibawa. Ada (juga) yang biasa saja, tapi menarik karena ia bersahaja, egaliter, dan murah senyum,” terangnya.

Kedua, lanjutnya, memiliki keilmuan yang mapan. Menurut Prof Quraish, ini sebuah keniscayaan dan tak bisa ditawar. Ilmu harus tetap mengalir dan otak harus terus diisi untuk bisa sampai ke hati.

“Itu sudah Allah tuangkan dalam firman-Nya. Ada banyak orang diangkat derajatnya karena ilmunya tinggi. Dalam konteks ini, ilmu adalah salah satu penarik (jodoh) itu,” terang alumni Pesantren Darul Hadis al-Faqihiyah Malang, Jawa Timur, ini.

Ketiga, ekonomi yang mapan. Quraish Shihab menjelaskan bahwa selain kesiapan lahir dan batin, faktor ekonomi juga harus benar-benar disadari dan diperhatikan dengan betul. Karena tidak sedikit perceraian yang akar masalahnya timbul dari faktor tersebut.

Merasakan Apakah Jodoh Sudah Dekat

Menurut pengarang Tafsir Al-Misbah ini, jodoh dapat diketahui sudah dekat jika hati bergetar. Misalnya, jika melihat seorang perempuan/laki-laki, akal dan hati sama-sama bekerja. Tetapi, kadang kala akal mempunyai pertimbangan berbeda dengan hati.

Karenanya, lanjut Prof Quraish, jika sudah menemukan pilihan yang sesuai dengan hati tidak perlu lagi menanyakan itu kepada akal.

“Tanyalah kepada hati Anda. Jika hati bergerak, ketika itu carikan pembenaran untuk akal Anda. Apalagi pernikahan diharapkan ada sakinah, mawaddah, dan rahmah yang semua itu berkaitan dengan hati,” jelasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 × 4 =