27 Ribu Anak ISIS Diminta PBB Dipulangkan ke Negara Asalnya

 27 Ribu Anak ISIS Diminta PBB Dipulangkan ke Negara Asalnya

Pola pengasuhan anak dalam alquran (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Saat ini ada sekitar 27 ribu anak-anak dari eks kelompok ekstremis ISIS yang hidupnya menyedihkan di kamp besar di timut laut Suriah. Kondisinya sangat memprihatinkan.

Untuk itu, Kepala kontraterorisme PBB, Vladimir Voronkov mendesak agar anak-anak ini dipulangkan ke negara asalnya. Menurutnya pemulangan anak-anak ISIS ke negara asalnya adalah hal yang darurat untuk dilakukan.

Ia mengatakan bahwa sebanyak 27.000 anak-anak itu tetap terlantar dan ditelantarkan. Kondisi ini lanjut dia, rentan dimangsa oleh penegak ISIS.

“Dan (ini) berisiko mengalami radikalisasi di dalam kamp,” ujar Vladimir Voronkov dilansir dari Sindonews, Ahad (31/1/2021).

Desakan untuk memulangkan anak-anak ISIS ke negara asalnya disampaikan Voronkov pada kesempatan pertemuan informal Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat (29/1) lalu.

“Lebih dari 80 persen adalah perempuan dan anak-anak, banyak yang melarikan diri ke sana setelah militan ISIS kehilangan benteng terakhir mereka di Suriah pada 2019,” sambungnya.

Status nasib anak-anak kelompok ISIS ini menurut Voronkov merupakan tanggung jawab negara asalnya. Di mana ada anak-anak dari 60 negara di kamp tersebut.

Ia menjelaskan anak-anak ini memiliki hak sama dengan warga negara lain. Untuk itu, negara-negara asal diminta untuk merawat dan memberikan hak mereka.

Menurutnya, penolakan atas keamanan disebutnya sebagai hal yang tidak mendasar. Sebab, anak-anak ini tak memiliki kesalahan apa-apa.

“Apa yang kita lihat sejauh ini adalah bahwa ketakutan akan risiko keamanan tidak berdasar,” jelasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 × four =