Cancel Preloader

2 Perempuan Muslim Indonesia Harumkan Negeri

 2 Perempuan Muslim Indonesia Harumkan Negeri

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Kita patut bangga sebab beberapa waktu lalu, media nasional mengabarkan bahwa ada dua sosok perempuan muslim inspiratif yang memperoleh penghargaan dimata dunia. Keduanya, yakni Tri Mumpuni dan Prof Adi Utarini MSC, MPH, PHD.

Tri mumpuni termasuk ke dalam 22 most influential Muslim Scientists (Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh). Sedangkan Adi Utarini masuk daftar Nature’s 10: Ten People Who Helped Shape Science in 2020”: dari Jurnal Sains Nature.

Dua perempuan kebanggaan Indonesia tersebut memberikan warna baru bagi perempuan-perempuan muslim di Indonesia. Khususnya untuk bisa melakukan apapun sesuai dengan kecintaan terhadap suatu bidang.

Kedua perempuan muslim ini memiliki latar belakang karir yang berbeda. Tri Mumpuni giat sekali untuk terjun ke desa terpencil dalam rangka melihat berbagai wilayah yang tidak memiliki aliran listrik. Sementara Adi Utarini seorang Profesor, salah satu kebanggaan Universitas Gajah Mada (UGM).

Perempuan Muslim Berhasil Menyalakan Wilayah Terpencil di Indonesia

Dilansir dari Finance.detik, Tri Mumpuni merupakan perempuan pejuang yang gigih selama ini terjun ke desa-desa. Perempuan kelahiran 6 Agustus 1964 ini memiliki tekat yang kuat membangun tenaga listrik bagi wilayah-terpencil yang selama ini belum bisa mengakses listrik.

Tidak hanya itu, ia juga dijuluki “wanita listrik” karena jasanya, pun prestasinya. Ia pernah mendapatkan nobel Ashden Awards 2012. Salah satu desa yang berhasil dialiri listrik adalah berkat kerja Tri Mumpuni ialah Desa Kamanggih, Kecamatan Kahaungu Eti, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelum ada inisiatif dari Tri Mumpuni, desa ini merupakan salah satu dari sekian banyak desa yang tidak memiliki aliran listrik. Masyarakat di daerah tersebut tidak pernah merasakan bagaimana adanya listrik. Aktifitasnya pun menjadi terbatas lantaran ketiadaan listrik.

Selama bertahun-tahun, ketiadaan listrik membuat masyarakat di daerah tersebut mengahbiskan waktu berjam-jam untuk mengambil air dari bawah bukit, namun setelah adanya listrik, masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaatnya. Listrik digunakan untuk menyedot air dengan listrik yang dihasilkan oleh PLTMH.

Tri Mumpuni bersama suaminya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidpro (PLTMH). Ia memanfaatkan potensi energi air di wilayah sekitar untuk menggerakkan Turbin. Sejauh ini ini membuat sekitar 61 desa terpencil yang awalnya gelap sebab ketiadaan listrik menjadi terang  melalui Instutut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka).

Ilmuwan Muslim Kebanggaan Indonesia

Prof. Adi Utarini MSC, MPH, PHD, merupakan salah satu guru besar di UGM. Baru-baru ini, ia juga merupakan penyintas Corona. Ilmuwan perempuan muslim kebanggaan Presiden Jokowi ini sempat terkena Covid-19 pada Maret lalu. Namun, perjuangannya dalam mengahadapi ganasnya virus Corona membuahkan hasil yang baik setelah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19.

Meski demikian, kabar duka menyelimuti perjalanan dirinya ketika suaminya meninggal akibat Covid-19. Sehingga selama masa pandemi, beliau benar-benar menjadi suatu pelajaran yang amat penting dalam pejalanan karirnya.

“Saya ikut bangga dan sangat mengapresiasi prestasi serta sumbangsih Ibu Prof Adi Utarini dan Ibu Tri Mumpuni. Semoga menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Untuk semakin giat menekuni ilmu pengetahuan dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan kehidupan umat manusia.” Demikian Presiuden Jokowi lewat akun Instagramnya, Minggu (20/12).

Presiden Jokowi membanggakan kedua ilmuwan perempuan ini. Hal itu bisa menjadi contoh bagi masyarakat luar, bahwa ada banyak sekali ilmuwan asal Indonesia yang berprestasi, membanggakan, memberikan manfaat terhadap banyak orang.

Inilah pula yang seharusnya menjadi pemicu semangat bagi para pemuda, khususnya perempuan-perempuan muslim di Indonesia. Untuk selalu semangat serta tidak pernah berhenti berkarya  dan mendedikasikan diri untuk bangsa, agama dan negara.

Muallifah

Muallifah

Mahasiswa S2 Universitas Gajah Mada, Penulis lepas

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 × 4 =