Warning: sprintf(): Too few arguments in /home/u7096914/public_html/wp-content/plugins/wp-user-avatar/includes/class-wp-user-avatar-functions.php on line 668
Cancel Preloader

2 Doa Iftitah yang Dibaca Rasulullah dalam Salat

 2 Doa Iftitah yang Dibaca Rasulullah dalam Salat

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Doa iftitah merupakan sunnah dalam menjalankan salat. Doa yang dibaca setelah melakukan takbiratul ihram dan sebelum surat Al Fatihah ini memiliki beberapa redaksi.

2 redaksi doa iftitah ini berdasarkan hadits Rasulullah ialah sebagai berikut.

Doa Iftitah “Allahuma ba’id bainiy..”

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

Allahumma ba’id bainiy wa baina khotoyaaya kamaa baa’idta bainalmasyriqi walmaghribi. Allahumma naqqiiniy min khotoyaaya kamaa yunaqqii tsaubul abyadu minnad danasi. Allahummaghsilniyy min khotoyaaya bistalji wal maai wal barodi.

Artinya : Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkan (sucikan) dariku kesalahanku sebagaimana Engkau bersihkan (sucikan) baju yang putih dari kotoran. Ya Allah cucilah (bersihkanlah) aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air, dan embun.”

Doa ini dapat ditemukan dalam kitab Sunan Nasai nomor hasits 60. Pada hadits ini, sahabat Abu Hurairah atau Abdur Rahman bin Sakhr menjelaskan, apabila Rasulullah memulai salat, maka Rasulullah diam beberapa saat.

Abu Hurairah pun bertanya kepada Rasulullah tentang bacaan yang diucapkan Rasul ketika diam di antara takbir dan Al Fatihah. Maka Rasulullah pun memberitahu doa seperti di atas kepada Abu Hurairah.

Doa iftitah “Allahu akbar kabiraa..”

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.

 Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.

Rasulullah Saw selalu membaca doa iftitah yang berbeda dalam salatnya. Kedua doa iftitah ini mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan bacaan tidak mempengaruhi sah atau tidaknya salat. Selama doa tersebut sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah Saw.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nineteen − sixteen =