Cancel Preloader

10 Nasihat Nabi Khidir

 10 Nasihat Nabi Khidir

(Ilust/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Nabi Khidir memberikan 10 nasihat sebagaimana diriwayatkan Abu Na’im dari Abu Hasan bin Muqsim, dari Muhammad al-Jariri. Dia mengisahkan: Aku pernah mendengar Abu Ishaq al-Maristani berkata, “Suatu saat aku bertemu Nabi Khidir. Dia mengajariku 10 kalimat yang dia hitung dengan tangannya sendiri, yaitu:

‘Ya Allah, aku memohon kepadamu agar engkau menjadikanku orang yang senantiasa menghadap kepada-Mu. Selalu mendengarkan (menanti)-Mu, memahami-Mu, melihat dengan mata hati dalam setiap perintah-Mu; Senantiasa melakukan kekuatan terhadap-Mu, selalu tekun (konsisten) melaksanakan kehendak-Mu. Bergegas melakukan pengabdian kepada-Mu, budi pekerti yang baik dalam bermuamalah dengan-Mu, serta ketundukan dan penyerahan diri hanya kepada-Mu.'”

Kisah lainnya sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hasan bin Jahdham, dari Ibnu Masruq bersumber dari Abu ‘Imran al-Khayyath. Dia berkata: Khidir pernah berkata kepadaku, “Aku tidak pernah bahwa Allah memiliki seorang wali. Melainkan aku pasti telah mengetahuinya.”

Suatu hari aku berada di dalam sebuah masjid di Sanaa, Yaman. Aku melihat orang-orang duduk mengelilingi Abdur Razzaq dan mendengarkan hadis darinya. Sementara salah seorang duduk di salah satu sudut masjid.

Dia bertanya padaku, “Apa yang dilakukan orang-orang itu?” Aku menjawab bahwa mereka sedang mendengarkan pembicaraan Abdur Razzaq.

“Dari siapa dia mendapatkan hadis itu? timpalnya.

“Dari fulan yang mendapat riwayat dari si fulan, bersumber dari Nabi Saw,” tegasku.

“Apakah kalian tidak pernah mendengar (hadis) dari Allah SWT.?”

“Apakah kau pernah mendengarnya dari Allah?”

“Ya.”

“Siapa sebenarnya engkau?”

“Aku Khidir.”

Dari percakapan tersebutlah akhirnya Ibnu Jahdham sadar bahwa masih banyak wali Allah yang belum ia tahu. Ia dalam riwayat di atas dikenal sebagai orang yang suka berdusta

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × 3 =