10 Adab Suami Terhadap Istri dalam Jalinan Pernikahan

 10 Adab Suami Terhadap Istri dalam Jalinan Pernikahan

10 Adab Suami Terhadap Istri dalam Jalinan Pernikahan

 

HIDAYATUNA.COM – Pernikahan merupakan sebuah ikatan yang dijalani oleh dua insan yaitu suami dan istri. Dalam sebuah pernikahan dua individu haruslah saling melengkapi, wajar bila kemudian memiliki hak dan tanggung jawab. Suami sebagai imam keluarga tidak boleh smena-mena, sebaliknya istri sebagai pasangan tidak sepantasnya menuntut diluar batas kemampuan suaminya. Imam Al-Ghazali menerangkan bagaimana adab seorang suami dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali;

آداب الرجل مع زوجته: حسن العشرة, ولطافة الكلمة, وإظهار المودة, والبسط في الخلوة, والتغافل عن الزلة وإقالة العثرة, وصيانة عرضها, وقلة مجادلتها, وبذل المؤونة بلا بخل لها, وإكرام أهلها, ودوام الوعد الجميل, وشدة الغيرة عليها

Artinya: “Adab suami terhadap Istri, yaitu: bertukar dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, mengubah lapang kompilasi sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika menikah Kebutuhan istri tidak bakhil, memuliakan keluarga istri, senantiasa memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri.”

Berdasarkan kutipan diatas penulis mencoba menguraikan adab-adab suami kepada istri sebagai berikut;

Pertama, berinteraksi dan bergaul dengan baik. Seorang suami harus mampu berinteraksi dan bertukar pikiran secara terbuka. Suami dalam kontek sini mampu menjadi bereperan sebagai teman,  kakak bahkan ayah dalam suatu kondisi tertentu. Sehingga hubungan suami dengan istri berjalan dengan harmonis.

Kedua, bertutur kata dengan lembut. Sebagai imam atau pemimpin keluarga harus mampu mengorkestrasikan suasana dalam rumah tangga khususnya berkiatan dengan cara berkomunikasi. Suami ataupun istri harus menghindari pengunaan kata-kata kasar  dan caci maki. Sebab dampaknya sangat besar, apalagi jika sudah memiliki anak akan menjadi contoh buruk.

Ketiga, menunjukkan cinta kasih. Suami menunjukkan rasa cinta kasih dalam tindak tanduk keseharian. Alangkah baiknya sesekali memberikan kejutan kecil atau pujian agar istri bahagia dan tersanjung.

Keempat, cakap dan lapang kompilasi sendiri. Seorang suami harus bisa mandiri memenuhi kebutuhannya sendiri jika istri sedang sibuk. Suami juga harus bisa bekerjasama dan berbagi peran, serta tidak mudah menyalahkan istri.

Kelima,  Tidak sering mempersoalkan kesalahan istri. Jika istri melakukan kesalahan suami tidak boleh semerta-merta menyalahkan tanpa tau kar persolannya. Jika istri sedang menghadapi  persoalan sebaiknya suami membantu untuk memecahkannya.

Keenam, memaafkan istri jika melakukan kesalahan. Suami harus memiliki sifat pemaaf. Sikap pemaaf ini merupakan sikap mulia dan terpuji dihadapan Allah.

Ketujuh, tidak pelit terhadap istri. Dalam konteks ini kaitannya mencukupi nafkah istri ataupun kebutuhan yang lain selama suami mampu dan tidak memberatkan untuk memenuhinya.

Kedelapan, menghormati keluarga istri. Keluarga istri merupakan keluarga suami yang harus dihormati, orang tua istri bahkan dianggap sebagai orang tua suami. Penghormatan terhadap keluarga istri merupakan adab pergaulan yang sudah seharusnya.

Kesembilan, senantiasa memberi janji yang baik. Menjanjikan sesuatu yang baik pada istri mendorong adanya kualitas pergaulan yang baik dalam keluarga. Sebuah janji yang dilontarkan oleh suami sebaiknya memperhatikan situasi dan kondisi berikut resiko yang akan dihadapi.

Kesepuluh, selalu bersemangat terhadap istri. Gairah berumah tangga dan antusiame suami harus senantiasa ditunjukkan di depan Istri. Suami dalam konteks ini harus memiliki sifat optimis untuk memotivasi dan bersemangat memenuhi kebutuhan keluarga.

Demikian sepuluh adab suami kepada istri, suami sebagai kepala keluarga tidak boleh berperilaku semena-mena. Islam telah mengangkat harkat perempuan dan memuliakannya dalam pernikahan. Wallahu A’lam.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twenty − twenty =